Penari Disabilitas Menarikan Pawai Badung, Dukungan Rp1 Juta

Mira T. · 1 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Penari Disabilitas Menarikan Pawai Badung, Dukungan Rp1 Juta

Gambar atau konten salah?

Denpasar, 13 Juni 2026Kabupaten Badung menampilkan penari disabilitas dalam Peed Aya, pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-48 di kawasan Renon. Empat penari pengguna kursi roda menari diiringi alunan gamelan, menunjukkan lincah dan percaya diri di depan tamu undangan serta masyarakat yang memadati area Renon.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa partisipasi penari disabilitas merupakan bentuk inklusivitas sekaligus motivasi bagi penyandang disabilitas untuk tampil dan berkarya. Ia berkata, “Ya, saya ingin kita ada kesetaraan. Tidak ada perbedaan. Dia juga bisa tampil, dia juga bisa memanfaatkan ajang ini sebagai tempat untuk berkreasi. Artinya selama ini orang berpikir bahwa mindset orang difabel harus di rumah, oh tidak,” sambil menekankan pentingnya ruang ekspresi.

Selain itu, Adi menyoroti kebijakan pemerintah Kabupaten Badung yang mendukung penyandang disabilitas. Ia menyebutkan bantuan bulanan sebesar Rp 1 juta yang diberikan kepada masyarakat difabel. Ia menambahkan, “Kalau kita lihat kebijakan kami kan sangat tidak membedakan antara difabel dengan masyarakat biasa. Buktinya masyarakat difabel kami bantu Rp1 juta setiap bulannya,” mencerminkan komitmen tidak diskriminatif.

Menurut Adi, keikutsertaan penari disabilitas di pawai seni terbesar di Bali menegaskan bahwa mereka juga membutuhkan ruang untuk berekspresi dan menunjukkan kreativitas. Ia menutup dengan, “Yang jelas masyarakat difabel juga suka. Jadi diberikan ruang buat mereka,” menegaskan dukungan berkelanjutan.

Acara ini menyoroti upaya Kabupaten Badung dalam menyediakan platform bagi penyandang disabilitas, memperlihatkan kebijakan inklusif yang memberi visibilitas dan dukungan nyata kepada para seniman difabel.

penari disabilitasPesta Kesenian BaliKabupaten Badunginklusivitaskebijakan pemerintahbantuan Rp1 jutakesenian

Komentar

Memuat komentar...