Penarikan Utang APBN 2026: Rp305,5 Triliun, 36,7% Target

Sigit W. · 1 min baca · 15 hari lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Penarikan Utang APBN 2026: Rp305,5 Triliun, 36,7% Target

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pada konferensi pers APBN KiTA bahwa penarikan utang untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sudah mencapai Rp 305,5 triliun per 1 April 2026. Jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 305,9 triliun.

Purbaya menegaskan bahwa penarikan utang masih sesuai rencana. Ia menambahkan bahwa angka tersebut setara dengan 36,7 % dari target sepanjang tahun ini, yaitu Rp 832,21 triliun. “Ini sesuai dengan rencana. Jadi pembiayaan terjaga dan terukur saya pikir,” ujarnya.

Dari total pembiayaan utang yang diserap, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 7 triliun dalam bentuk pembiayaan non‑utang. Nilai ini setara 4,9 % dari target pembiayaan non‑utang yang keluar sepanjang tahun ini, yakni Rp 143,1 triliun.

Secara keseluruhan, Purbaya telah merealisasikan pembiayaan anggaran sebesar Rp 298,5 triliun hingga akhir 1 April 2026. Angka tersebut berasal dari hasil penarikan utang baru dikurangi pembiayaan non‑utang.

Realisasi pembiayaan anggaran untuk menambal defisit APBN sudah mencapai 43,3 % dari target Rp 689,1 triliun. Jumlah ini sedikit lebih tinggi dari realisasi periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 281,2 triliun.

Karena kita cukup kredibel, kita tidak ada kesulitan untuk menerbitkan surat utang. Kita akan jaga terus kredibilitas APBN kita,” tambah Purbaya.

Dengan data tersebut, pemerintah menunjukkan bahwa penarikan utang dan pembiayaan non‑utang masih berada di jalur yang diharapkan, menjaga stabilitas keuangan negara.

Penarikan utangAPBN 2026Pemerintah IndonesiaKredibilitas utangPembiayaan non‑utangDefisit APBNStabilitas keuangan negara

Komentar

Memuat komentar...