Pencurian Handphone dan Uang 1,700 USD Di Medan Kembali

Rudi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Pencurian Handphone dan Uang 1,700 USD Di Medan Kembali

Gambar atau konten salah?

Jhon Fawer Siahaan (38) adalah seorang pegiat literasi yang juga menjalankan toko buku di Jalan Jati II, Kecamatan Medan Kota. Pada 03 April 2026, ia dan istrinya berangkat dari Medan menuju Rokan Hilir, Riau untuk melayat ke mertuanya. Rumah dan toko mereka ditinggalkan dalam keadaan terkunci.

“Jadi, kami berangkat tanggal 3 April dari Medan sekitar jam 8 malam dengan posisi rumah sudah terkunci,” ujar Jhon saat diwawancarai di rumahnya pada 10 April 2026. Mereka mengikuti acara pemakaman di Riau, lalu kembali ke Medan pada hari yang sama.

Namun, pada 08 April 2026, ketika istrinya hendak memesan tiket pesawat untuk saudaranya, ia menemukan bahwa username akun emailnya telah berubah. “Ternyata username-nya sudah berubah. Jadi, setelah berubah, aku curiga karena ada handphone di sini (di rumah) khusus untuk toko,” jelas Jhon.

Jhon memanggil temannya di Medan untuk memeriksa rumah. Saat diperiksa, pintu belakang rumah ternyata telah dirusak. Karena itu, mereka memutuskan untuk segera pulang ke Medan. Sesampainya di sana, Jhon melihat rumahnya berantakan dan beberapa barang berharga hilang.

Barang yang hilang meliputi 2 handphone, uang asing sebesar 1.700 dollar AS dan 500 Ringgit Malaysia. Jhon mengatakan uang tersebut disimpan di tas di dalam kamar yang terkunci, namun pelaku masuk dengan merusak gembok. Nilai uang dalam mata uang Indonesia diperkirakan sekitar Rp 30 juta.

“Uang hilang, itu ada sekitar 1.700 dollar AS sama 500 Ringgit Malaysia, sekaligus ada dua handphone yang hilang,” kata Jhon. Ia segera melaporkan kejadian ke Polsek Medan Kota. Laporan tersebut diberi nomor STTLP/B/192/IV/2026/SPKT/Polsek Medan Kota/Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 09 April 2026 dan ia berharap pelaku dapat segera ditangkap.

“Saya berharap laporan saya bisa segera diproses dan pelaku bisa ditangkap,” ujarnya. Jhon tidak baru pertama kali menjadi korban pencurian. Beberapa minggu sebelum kejadian ini, ia kehilangan outdoor AC, mesin pompa air dan gas. Namun, ia memutuskan tidak membuat laporan pada saat itu.

“Sebelumnya kami kan udah kehilangan sanyo, gas, AC gitu, tapi nggak buat laporan. 2 minggu bahkan sebelum kejadian, akhir-akhir Maret,” pungkasnya.

Kasus ini menyoroti betapa seringnya peristiwa pencurian terjadi di wilayah Medan, terutama pada pemilik usaha kecil. Jhon berharap pihak kepolisian dapat menindak tegas pelaku dan mencegah kejadian serupa terjadi lagi di masa depan.

Jhon Fawer SiahaanPencurianMedanRokan HilirPolsek Medan KotaUang asingHandphone

Komentar

Memuat komentar...