Pendaftaran Baru SR Ponorogo 2026/27, Siswa Madiun SD-SMP-SMA
Gambar atau konten salah?
Ponorogo - Sekolah Rakyat (SR) di kota Ponorogo kembali membuka pendaftaran peserta didik untuk tahun ajaran 2026/2027. Pendaftaran ini menampung siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Terdapat 90 kursi yang disiapkan. Meskipun jumlah ini cukup, proses belajar bagi siswa angkatan baru tidak langsung berlangsung di Ponorogo.
Siswa baru akan mengikuti kegiatan belajar di SR Madiun sementara waktu. Hal ini dikarenakan fasilitas di Ponorogo, khususnya asrama, belum memadai.
“Untuk sementara anak-anak yang baru masuk akan mengikuti pembelajaran di Madiun. Kondisi fasilitas dan asrama di Ponorogo belum memungkinkan untuk menerima seluruhnya,” kata Kepala SR Ponorogo, Devit Tri Candrawati.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan gedung utama SR Ponorogo masih dalam tahap persiapan. Lokasi yang dipilih berada di wilayah selatan Sirkuit Ban Bunder, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan.
“Selama bangunan belum siap digunakan, kami titipkan dulu proses belajar di Madiun,” tambahnya.
Untuk menjaring calon siswa, sekolah bekerja sama dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Dinsos PPPA Ponorogo. Prioritas diberikan kepada keluarga yang masuk kategori ekonomi terbawah sesuai ketentuan pemerintah.
Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak orang tua berharap anaknya dapat memperoleh kesempatan pendidikan melalui program ini. Tanggapan masyarakat cukup positif, dan pendaftar terus bertambah.
Tahun ini, kuota masing-masing jenjang ditetapkan 30 siswa. Ini merupakan peningkatan dibandingkan penerimaan sebelumnya yang hanya 25 siswa per tingkat.
Ke depan, SR Ponorogo ditargetkan memiliki fasilitas permanen dengan kapasitas hingga 1.200 peserta didik. Gedung tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar secara optimal setelah rampung dibangun.
“Konsepnya memang untuk menampung lebih banyak siswa, sehingga bisa menjangkau lebih luas lagi,” pungkas Devit.
Dengan kapasitas yang akan bertambah, program Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Ponorogo. Sementara itu, sementara menunggu pembangunan selesai, siswa baru akan belajar di Madiun sambil menunggu fasilitas di Ponorogo siap.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
