Pengendara Dihentikan di Sumberingin, Makan Ketupat Gratis
Gambar atau konten salah?
Di Jalan Desa Sumberingin, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, beberapa pengendara motor dan mobil tiba‑tiba berhenti ketika warga setempat memanggil mereka. Alasan berhenti? Ketupat gratis.
Video yang dibagikan di akun Instagram @deewwdewi menunjukkan pengendara dihadang, diminta turun dari motor, lalu diarahkan ke sebuah meja panjang yang dipenuhi ketupat dan berbagai lauk pauk. Warga menyiapkan menu lengkap, sehingga pengendara dapat memilih lauk yang diinginkan.
Salah satu pengendara, Dewi Masitoh dari Dayu, Kecamatan Nglegok, mengunggah video tersebut. Ia menjelaskan bahwa ia sedang lewat bersama suami dan anaknya di Jalan Desa Sumberingin pada 26 Maret 2026. Saat itu, motor yang dikendarainya diberhentikan oleh warga setelah suaminya menyapa.
“Pas itu (26/3) saya memang mau ke rumah saudara, kebetulan lewat jalan Desa Sumberingin. Tiba‑tiba diberhentikan sama warga sekitar setelah suami saya menyapa mereka. Kaget, ternyata disuruh mampir untuk makan ketupat,” kata Dewi.
Dewi menambahkan bahwa tidak hanya keluarganya yang diminta berhenti, tetapi juga sejumlah pengendara lain yang melintas di jalan tersebut. Ia mengakui awalnya merasa ragu, namun ketika melihat banyak orang lain ikut menikmati ketupat, ia pun memutuskan untuk ikut.
“Awalnya ya sungkan, tapi karena banyak pengendara yang juga mampir jadi ikut makan. Menunya banyak sekali, jadi kami bisa pilih lauk yang mana untuk dimakan dengan ketupat,” jelasnya.
Menurut Dewi, warga menunggu pengendara dengan sopan. Mereka mempersilakan pengendara memindahkan motor atau mobil secara rapi, lalu mengarahkan mereka ke tempat makan. Setelah itu, pengendara dapat menikmati ketupat secara gratis.
“Alhamdulillah rejeki pengendara yang melintas. Saya juga tidak sengaja memvideo itu, untuk menghargai kebaikan warga Desa setempat dan mendapat respon yang baik dari netizen,” tambahnya.
Peristiwa ini menyoroti sikap kebaikan warga Blitar yang mengundang pengendara lewat jalan desa untuk menikmati hidangan tradisional. Meskipun situasinya tampak aneh, warga tetap bersikap ramah dan mengajak semua orang menikmati ketupat bersama. Kebaikan sederhana seperti ini dapat mempererat hubungan antarwarga di daerah pedesaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
