Penggunaan CNG 3kg Gantikan LPG, Hemat Devisa & Harga
Gambar atau konten salah?
Gubernur Indonesia, lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sedang menyiapkan langkah strategis untuk menurunkan ketergantungan pada impor gas. Salah satu inisiatif yang sedang dikembangkan adalah pengenalan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG melon 3 kg yang selama ini dipakai masyarakat.
Pengembangan CNG dalam bentuk tabung 3 kg sedang dipercepat. Diperkirakan produk akhir akan siap dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Langkah ini diambil sebagai solusi atas beban devisa negara yang mencapai Rp 130 triliun hingga Rp 140 triliun per tahun hanya untuk mengimpor LPG guna memenuhi kebutuhan domestik.
Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada 05 Mei 2026, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penggunaan CNG akan jauh lebih ekonomis bagi masyarakat dibandingkan LPG. Ia berkata, “CNG itu sudah dilakukan kajian. Harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30% lah lebih murah,”
Menjelaskan alasan harga lebih murah, Bahlil menambahkan, “Kenapa dia lebih murah? Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya kan ada di kita, di dalam negeri. Jadi, tidak kita melakukan impor. Cost transportasinya aja udah bisa meng-cover. Dan yang kedua, dia itu berada di hampir semua wilayah yang ada sumber-sumber gasnya, jadi itu jauh lebih efisien,”
Ia juga memastikan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan tetap memberikan subsidi agar harga CNG di masyarakat tetap terjangkau, bahkan diupayakan minimal sama dengan harga LPG saat ini.
Menurut Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2012, CNG adalah bahan bakar gas yang berasal dari gas bumi dengan unsur utama metana (C1). Gas ini telah dimampatkan dan disimpan dalam bejana bertekanan tinggi guna mempermudah proses transportasi serta penimbunan.
PGN LNG Indonesia menjelaskan bahwa CNG dikompresi pada tekanan sangat tinggi, biasanya di atas 200 bar. Meskipun sering disamakan dengan LPG (Liquefied Petroleum Gas) atau LNG (Liquefied Natural Gas), ketiganya memiliki perbedaan fisik yang mencolok. Jika LPG disimpan dalam wujud cair pada tekanan moderat, maka CNG tetap dipertahankan dalam bentuk gas namun dengan tekanan yang jauh lebih besar. Karena komposisinya yang mengandung lebih dari 95% metana, CNG dikenal sebagai sumber energi yang lebih bersih dan efisien untuk berbagai sektor.
Kelebihan CNG
- Harga Lebih Ekonomis dan Stabil: Harga CNG cenderung stabil dan diklaim 30% lebih murah karena Indonesia memiliki sumber gas alam yang melimpah dan tidak bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia.
- Ramah Lingkungan: Menghasilkan emisi oksida nitrogen dan partikulat yang lebih sedikit, menjadikannya pilihan energi yang lebih hijau dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.
- Efisiensi Devisa Negara: Penggunaan CNG berpotensi menghemat devisa negara sekitar Rp 130 triliun hingga Rp 137 triliun serta mengurangi beban subsidi energi nasional.
Kekurangan CNG
- Infrastruktur Terbatas: Aksesibilitas menjadi kendala karena infrastruktur pengisian CNG saat ini belum merata di setiap daerah jika dibandingkan dengan pangkalan LPG.
- Ruang Penyimpanan: Karena gas perlu dikompresi pada tekanan tinggi, tabung CNG memerlukan spesifikasi bejana khusus yang biasanya membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar.
Dengan semua fakta tersebut, CNG tampak menjadi alternatif yang menarik untuk menggantikan LPG. Pemerintah berharap program ini dapat mengurangi beban devisa, menekan harga energi bagi masyarakat, dan mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.
Secara keseluruhan, langkah ini mencerminkan upaya berkelanjutan pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, dan menyeimbangkan kebutuhan energi dengan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Berita Terbaru
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
