Penghargaan Bupati Banyuwangi Diberikan Menteri Pendidikan
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, pada malam Senin 25 Mei 2024, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, langsung menyerahkan dua penghargaan kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Acara berlangsung di Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional, di mana Menteri mengapresiasi upaya Bupati dalam mengembangkan pendidikan di daerah.
Penghargaan pertama bernama Apresiasi atas Komitmen Pembiasaan Anak Indonesia Hebat, sedangkan penghargaan kedua dinamai Pemda dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validitas Terbaik). Menurut Menteri, pemerintah terus membangun infrastruktur budaya untuk memperkuat pendidikan karakter. Ia menekankan pentingnya tujuh kebiasaan Indonesia hebat, program penguatan pendidikan bagi anak TK, dan kewajiban belajar selama 13 tahun hingga SLTA.
Bupati Ipuk menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti kebanggaan pemerintah pusat atas karya kreatif anak Banyuwangi. Ia menambahkan, "Ini adalah pengakuan atas prestasi dan kreativitas seluruh anak Banyuwangi yang hebat. Selamat untuk seluruh anak Banyuwangi, terima kasih telah mengharumkan Banyuwangi," katanya.
Di bidang sains, Bupati menyoroti program Smart Gasing yang dikembangkan bersama Prof Yohanes Surya. Program ini bertujuan mengajarkan matematika secara menarik kepada siswa di pelosok desa. Salah satu hasilnya adalah Felicia Dahayu, siswa SDN 1 Pesanggaran, yang meraih medali emas dalam kompetisi coding The 9th World Innovative Technology (WIT) Challenge di Chonnam National University, Korea Selatan, pada 2–3 November 2024.
Selain sains, Bupati juga mendorong minat siswa dalam seni budaya. Ia mengatakan, "Tidak hanya di bidang sains, kami juga mendorong minat siswa-siswi kami di bidang seni budaya. Bahkan, kami berikan panggung seluas-luasnya. Seperti program Padang Bulanan yang menampilkan kreasi seni pelajar tiap bulan atau yang terbaru pagelaran Kuntulan Ewon saat peringatan Hardiknas yang diikutin seribu lebih pelajar," ujarnya.
Upaya pemerintah daerah juga mencakup peningkatan kesejahteraan guru melalui pengangkatan Guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu, serta berbagai program inovatif lainnya. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menambahkan bahwa keberhasilan penghargaan Validitas Terbaik berasal dari data pendataan rutin yang memantau keberlanjutan pendidikan. Ia menyatakan, "Keberhasilan upaya tersebut dapat diukur dari angka Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Banyuwangi per 2025 yang masuk lima terendah kabupaten/kota di Jawa Timur. Begitu pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) per 2025 yang naik menjadi 75,17," jelasnya.
Secara keseluruhan, penghargaan ini menegaskan komitmen Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik di bidang sains maupun seni. Program-program inovatif dan data pendukung menunjukkan bahwa daerah ini bergerak maju, memberikan contoh bagi wilayah lain dalam memajukan pendidikan karakter dan kompetensi siswa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
