Penghargaan Dunia: Baker Taiwan Menangjuara Panettone Milan
Gambar atau konten salah?
Panettone, roti manis khas Italia, biasanya dikaitkan dengan Natal dan Tahun Baru. Namun, pada 22 April 2026 kabar mengejutkan muncul: pembuat panettone terbaik di dunia bukan berasal dari Italia, melainkan dari Taiwan.
Roti berbentuk kubah tinggi ini berasal dari kota Milan dan memiliki tekstur ringan seperti brioche. Isinya biasanya kismis dan kulit jeruk manisan. Biasanya, panettone disajikan potongan‑potongan dan dinikmati bersama kopi, anggur manis, atau krim mascarpone.
Proses pembuatan panettone dianggap rumit dan memerlukan teknik fermentasi khusus. Karena itu, membuatnya sering dianggap tantangan terbesar dalam dunia baking. Pada Panettone World Championship 2025 yang digelar di Milan, tim baker asal Taiwan meraih juara dunia.
Tim tersebut dipimpin oleh Giovanna Chen Shih‑chie, yang kemudian dijuluki sebagai ratu panettone terbaru. Chen mengungkapkan bahwa perjalanan baking-nya tidak dimulai sejak kecil. Ia menyebut masa kecilnya yang tidak penuh tekanan menjadi kunci kebebasannya dalam mengeksplor minat.
“Saya harus berterima kasih kepada orang tua saya yang tidak pernah memaksa saya untuk berprestasi secara akademis,” ujarnya. Dukungan tersebut membuatnya leluasa mencoba berbagai hal hingga akhirnya menekuni dunia kuliner.
Perjalanan Chen ke dunia roti dimulai setelah krisis finansial global pada 2008 mengganggu bisnisnya. Ia tertarik belajar membuat roti secara otodidak sebelum melanjutkan pendidikan di sekolah pastry di Italia. Dari situlah ia mulai mengenal panettone secara lebih mendalam.
“Saya awalnya hanya tahu roti panettone dari supermarket, tetapi teman saya bilang membuat roti ini rumitnya sama seperti mendaki Gunung Himalaya dalam dunia baking,” jelasnya.
Menurut Chen, kunci utama membuat panettone berkualitas terletak pada proses fermentasi menggunakan pasta madre, yaitu ragi alami khusus yang menghasilkan tekstur lembut berlapis. “Panettone artisan memiliki banyak lapisan rasa, lembut seperti kue, dan meleleh di mulut. Berbeda dengan versi supermarket yang cenderung kering,” ujarnya.
Kesuksesannya juga tidak lepas dari pendekatan unik dalam meracik resep. Ia menggabungkan berbagai gaya panettone dari berbagai wilayah di Italia untuk menciptakan rasa yang seimbang. “Saya ingin menyatukan pengalaman rasa dari berbagai daerah agar lebih universal,” tambahnya.
Setelah meraih gelar dunia, Chen memilih beristirahat sejenak sambil menikmati alam. Ia juga berencana merilis buku yang tidak hanya berisi resep, tetapi juga kisah perjalanan hidupnya di dunia baking. “Saya ingin orang tidak kehilangan harapan dan terus mencari passion mereka,” tutupnya.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa bakteri dan teknik fermentasi, bersama dedikasi pribadi, dapat menghasilkan produk yang tak terduga. Meskipun berasal dari Taiwan, kualitas panettone yang dihasilkan menandai bahwa bakteri, rasa, dan dedikasi dapat menghasilkan produk yang tak terduga. Ini menegaskan bahwa bakteri, rasa, dan dedikasi dapat menghasilkan produk yang tak terduga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
