Penguin Kaisar dan Anjing Laut Bulu Antartika Berancam

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Penguin Kaisar dan Anjing Laut Bulu Antartika Berancam

Gambar atau konten salah?

Penguin kaisar dan anjing laut bulu Antartika kini berada di ambang kepunahan akibat perubahan iklim. Status ini tercatat dalam daftar IUCN, yang menyoroti pemanasan laut, pencairan es, dan penurunan makanan yang menjadi dasar kelangsungan hidup mereka.

Penguin kaisar adalah burung penguin terbesar. Tingginya mencapai sekitar 90 cm dan beratnya hingga 45 kg. Burung ini, beserta bayinya yang besar dan bulu tebal, sering menjadi sorotan dalam film dokumenter “March of the Penguins.”

Di sisi lain, anjing laut bulu adalah spesies anjing laut paling kecil di Antartika. Mereka umumnya hidup di kepulauan sub‑Antartika. Pada abad ke‑19, populasi mereka hampir punah karena perburuan. Namun, kebijakan hukum dan program konservasi berhasil memulihkan jumlahnya. Sekarang, ancaman kembali muncul.

Menurut daftar IUCN, status penguin kaisar naik dari “Near Threatened” menjadi “Endangered.” Proyeksi terbaru menunjukkan populasi akan berkurang setengahnya pada dekade 2080‑an. Data satelit mencatat kehilangan sekitar 10 % populasi antara 2009 dan 2018, setara dengan 20.000 ekor penguin dewasa.

Philip Trathan, anggota IUCN yang menilai daftar merah penguin tersebut, menyatakan: “Bagi penguin kaisar, es laut adalah habitat utama. Mereka berkembang biak di fast ice. Mereka melakukan pergantian bulu di fast ice atau di atas bongkahan es yang mengapung. Mereka mencari makan di area es laut.” Ia menambahkan bahwa hancurnya lapisan es lebih awal dan penyusutan es laut akibat pemanasan global menjadi penyebab utama penurunan populasi.

Hilangnya es laut mengakibatkan habitat penguin kaisar juga menghilang. Penurunan es laut secara besar‑besar karena perubahan iklim regional terus berlanjut, menurunkan peluang mereka bertahan hidup dan berkembang biak di masa depan.

Untuk anjing laut bulu Antartika, statusnya berubah dari “Least Concern” menjadi “Endangered.” Populasi mereka turun lebih dari 50 % antara 1999 dan 2025. Penurunan ini juga terkait dengan perubahan iklim, yang mengurangi ketersediaan kril—sejenis udang kecil—yang menjadi makanan utama mereka.

Dengan meningkatnya suhu permukaan air di dekat Antartika, kril bergerak lebih jauh dari pantai menuju perairan lebih dalam untuk mencari suhu lebih dingin. “Hal ini membuat kril menjadi jauh lebih sulit dijangkau oleh pemangsa kril yang berbasis di daratan,” kata Kovacs.

Perubahan status ini di Samudra Atlantik Selatan mencerminkan pola yang sudah terjadi di Kutub Utara. Di sana, anjing laut bertudung, anjing laut harpa, dan anjing laut cincin telah mengalami penurunan populasi serius.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa pemanasan global menurunkan habitat es laut, mengurangi ketersediaan makanan, dan memaksa spesies ikonik Antartika menyesuaikan diri atau menghilang. Keseimbangan ekosistem laut Antartika terganggu, dan upaya konservasi harus segera ditingkatkan untuk mencegah kepunahan lebih lanjut.

penguin kaisaranjing laut bulupenurunan populasiperubahan iklimIUCNes lautkril

Komentar

Memuat komentar...