Pengunduran Menteri Keuangan Purbaya: Data Kredit Lupa Pernah

Sinta R. · 1 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
Pengunduran Menteri Keuangan Purbaya: Data Kredit Lupa Pernah

Gambar atau konten salah?

5 Juni 2026, Jumat di konferensi pers APBN KiTA Edisi Juni 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bendahara negara.

Di awal acara, Purbaya menjelaskan bagaimana penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) memengaruhi pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara. Ia menyebutkan bahwa BRI mencatat pertumbuhan kredit sebesar 13,8% pada Mei 2026, BSI lebih dari 10%, dan BTN meningkat hingga 15%.

Menurutnya, data tersebut tidak pernah disebarluaskan ke publik, sehingga orang tidak menyadari adanya peningkatan ekonomi nasional. Ia menyimpulkan bahwa informasi itu tidak menarik perhatian publik.

Berbeda dengan data ekonomi, kabar tentang pengunduran dirinya justru menarik perhatian publik. Purbaya tertawa dan menyela presentasi APBN dengan komentar:

"Kenapa nggak nulis itu? Nggak menarik ya? Yang menarik nulis Menteri Keuangan mau mundur katanya ha ha ha ha,"

Ia melanjutkan:

"Itu kan ini 3 bank besar seperti itu keadaannya tapi kita semua luput meng-cover itu, untuk saya agak aneh. Bahkan bank-nya juga nggak mau publish tadinya kan. Bagus tuh ngomong dong, baru dia ngomong,"

Peristiwa ini menyoroti ketidakseimbangan antara data ekonomi yang penting dan isu pribadi yang lebih menarik bagi publik. Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara menunjukkan kondisi ekonomi yang kuat, sementara kabar pengunduran diri menjadi sorotan utama di media. Dengan demikian, perhatian publik lebih tertuju pada berita yang dianggap menghibur daripada data ekonomi yang relevan.

Purbaya Yudhi Sadewapengunduran diripertumbuhan kreditbank milik negaraAPBNperhatian publikdata ekonomi

Komentar

Memuat komentar...