Pengungsi Sukoharjo Tetap di Jalan Soekarno Menunggu Air Surut

Arif S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Pengungsi Sukoharjo Tetap di Jalan Soekarno Menunggu Air Surut

Gambar atau konten salah?

Sukoharjo - Kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol masih terendam banjir. Beberapa warga di desa Madegondo dan Kwarasan masih mengungsi di sepanjang Jalan Ir. Soekarno.

Hingga 15 April 2026, sejumlah pengungsi masih bertahan di emperan jalan tersebut. Mereka menunggu air surut sambil berdiam di taman median. Barang berharga, termasuk hewan peliharaan, dibawa bersama. Salah satu pengungsi, Endang (53), membawa 16 ekor kucing yang disimpan dalam dua kandang. Kucing-kucing itu ditempatkan di taman median tengah Jalan Ir. Soekarno.

“Saya mengungsi dari pukul 02.00 WIB. Sebelum banjir saya sudah ada firasat, sehingga kucing saya masukan kandang,” kata Endang di lokasi, Rabu (15 April 2026). Saat air mulai menggenangi rumah kontrakannya di Madegondo, Endang dievakuasi oleh relawan. Dia juga meminta kucingnya dibawa, dan dua kandang kucing itu diangkat oleh relawan. “Ini ada 16 kucing, jenisnya beragam ada yang kucing ras seperti Persia, dan campuran. Ini sudah saya pelihara sejak 7 tahun lalu,” ucapnya. Kucing-kucing tersebut tampak tenang di kandang, meski berada di pinggir jalan. Endang juga membawa pakan kucing agar tidak mati kelaparan. “Kucing ini kan juga makhluk hidup, dan yang menemani saya di kontrakan,” terangnya. Dia berharap banjir segera surut agar bisa kembali ke rumah kontrakannya.

Di tengah menunggu air surut, warga melakukan berbagai aktivitas. Beberapa menyiapkan pengamanan di kampung, beristirahat, dan ada yang memancing. Seorang pemuda bernama Reza, warga Desa Kwarasan, memilih memancing di kali dekat rumahnya. Kali yang disebut warga dengan nama Kali Ngasinan tengah deras, bahkan airnya mengalir ke pemukiman.

“Depan rumah saya di Ngasinan (Kwarasan), airnya selutut, kalau di rumah gak sampai mata kaki,” kata Reza. Ia menyiapkan senapan angin yang dimodifikasi dengan jarum serta senar untuk memancing. Ia berdiri di atas jembatan Kali Ngasinan sambil menunggu ikan naik ke permukaan. Aktivitas Reza menjadi perhatian pengungsi lainnya. Mereka merasa mendapat hiburan meski hanya melihat Reza memancing. “Slap” bunyi senapan angin yang ditembak Reza. Seorang ikan gabus dengan ukuran cukup besar berhasil ditembak. Warga pun yang melihat langsung antusias senang.

“Cuma mengisi waktu luang sambil menunggu banjir reda. Ini sudah (mancing) 30 menitan, sudah dapat gabus dua ekor, Nilanya satu ekor,” ucapnya. Ada ikan lele yang berukuran cukup besar yang menjadi target utamanya. Namun sayang, sebelum ikan lele itu didapatkan, senarnya sudah putus, sehingga jarumnya hilang. Reza pun harus puas dengan hanya mendapatkan empat ekor berukuran cukup besar. “Nanti ikannya di goreng sendiri,” ucapnya. Saat disinggung kenapa tidak dilanjutkan dengan teknik memancing dengan pancing, dia menjelaskan debit air yang besar seperti saat ini ikan tidak mau makan.

Air masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Grogol. Warga menunggu banjir surut sambil menjaga barang berharga dan hewan peliharaan. Aktivitas sederhana seperti memancing di kali menjadi cara mereka mengisi waktu di tengah kondisi darurat.

Banjir SukoharjoPengungsi MadegondoKucing PeliharaanEvakuasi RelawanMemancing di Kali NgasinanKawasan Solo BaruKecamatan Grogol

Komentar

Memuat komentar...