Pengusaha 31 Tahun Skotlandia Ternak Rp 1 M dari Vending
Gambar atau konten salah?
Bisnis sampingan sering kali memberi hasil lebih besar daripada pekerjaan utama. Banyak orang tidak hanya fokus satu pekerjaan, melainkan menambah penghasilan, mencapai stabilitas finansial, atau mengejar passion di luar pekerjaan utama. Kadang, usaha sampingan justru lebih menguntungkan.
Shabaz Khan, seorang pekerja amal berusia 31 tahun yang tinggal di Kilmarnock, Skotlandia, memulai pencarian tambahan pendapatan pada tahun 2023. Ia menyadari biaya hidup tumbuh lebih cepat daripada kenaikan gajinya, sehingga memutuskan mencari pendapatan pasif.
Ia menemukan mesin penjual otomatis atau vending machine lewat teman yang sudah memiliki mesin. Pada 09 Mei 2023, ia membeli mesin bekas dan memodifikasinya sendiri. Prosesnya tidak memerlukan pengalaman sebelumnya, namun menuntut ketelitian dan kerja keras.
Mulai dari satu mesin, Shabaz menempatkannya di lokasi pertama. Dalam bulan pertama, ia menambah lokasi kedua. Seiring waktu, bisnisnya berkembang, sehingga mesin kini tersebar di enam tempat berbeda.
“Sekarang sudah berjalan satu tahun dan kami berencana mendapatkan beberapa lokasi lagi dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya, menegaskan rencana ekspansi lebih lanjut.
Investasinya mencapai $4.800 (sekitar Rp 83 juta) untuk mesin pertama. Modal tersebut kembali dalam 10 bulan saja, dan ia memperoleh keuntungan lebih besar. Perkiraan tahunan menunjukkan pendapatan sekitar $58.000 (sekitar Rp 1.010.012.000), dengan $27.000 (sekitar Rp 469.822.950) bersih.
Dengan satu tahun usaha, Shabaz menghasilkan Rp 1 M keuntungan hanya dari vending machine. Keuntungan ini dicapai dengan waktu kerja minimal 4-5 jam per minggu, di mana ia mengisi mesin sebelum kerja, saat istirahat makan siang, dan setelah kerja.
“Mengisi mesin penjual otomatis hanya membutuhkan wkatu kurang dari 10 menit,” jelasnya. Mesin tersebut dipenuhi dengan camilan ringan: ciki, wafer, minuman bersoda, hingga cokelat.
Walaupun bisnisnya sukses, Shabaz menekankan bahwa usaha ini memerlukan kerja keras dan kemauan belajar. Ia harus memahami stok, mengetahui jajanan yang laris, dan mengelola persediaan secara efektif.
Rencananya, ia akan membeli lebih banyak mesin penjual otomatis. Semua keuntungan akan diinvestasikan kembali ke dalam bisnis, memperluas jaringan dan meningkatkan pendapatan.
Meski memperoleh keuntungan menjanjikan, Shabaz tidak berencana menjadikan vending machine sebagai pekerjaan utamanya dalam waktu dekat. Ia tetap mempertahankan pekerjaan utama sambil menambah pendapatan sampingan.
Kasus Shabaz Khan menunjukkan bahwa bisnis sampingan, bila dikelola dengan baik, dapat menghasilkan pendapatan signifikan dalam waktu singkat. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya perencanaan, investasi awal, dan pemahaman pasar dalam menjalankan usaha sampingan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
Bump: Kue Protein Sehat 170 Kalori dari Montreal Fitness
Berita Terbaru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
