Penjualan Mobil April 2026 Naik 31,8%: Toyota & Listrik

Guntur P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Penjualan Mobil April 2026 Naik 31,8%: Toyota & Listrik

Gambar atau konten salah?

Pada bulan April 2026, penjualan mobil di Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan menurut data yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Penjualan secara wholesales naik 31,8 % dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai 80.776 unit. Sementara itu, penjualan retail juga tumbuh 13,7 %, menghasilkan 75.730 unit.

Namun, kenaikan ini tidak berasal dari konsumen baru. Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut berasal dari pembeli mobil kedua.

“Jadi pembelinya masih kembali lagi kelompok‑kelompok yang sudah punya mobil. Mobil kedua atau ketiga karena ada isu terakhir masalah perang kan yang terjadi ya,” kata Kukuh, mengutip sumber media.

Menurut Kukuh, situasi geopolitik yang masih berlangsung membuat konsumen lebih memilih membeli mobil bekas daripada mobil baru. Ia menambahkan, “Sementara kalau dari yang konvensional ya, yang kelas menengah kan masih tertekan.”

Tren penjualan mobil listrik tetap positif. Dari total penjualan, 14.815 unit mobil listrik tercatat, setara 18,34 % dari pasar nasional. Angka ini turut mendukung kenaikan penjualan mobil di dalam negeri pada bulan keempat.

Sementara penjualan mobil konvensional masih menghadapi tekanan, terutama di segmen kelas menengah. Kukuh menekankan bahwa permintaan di segmen ini masih berkurang.

Di sisi merek, Toyota tetap memimpin pasar dengan penjualan tertinggi. Daftar penjualan berikutnya menunjukkan Daihatsu di posisi kedua dengan 12.300 unit.

Peringkat ketiga menjadi sorotan karena BYD, pendatang baru, mencatat 6.274 unit, mengungguli Suzuki yang berada di posisi keempat dengan 5.965 unit. Mitsubishi Motors berada di posisi kelima dengan 5.132 unit, diikuti Honda dengan 3.515 unit.

Di segmen kendaraan niaga, Mitsubishi Fuso masih mendominasi dengan 3.452 unit. Pendatang baru Jaecoo berhasil menembus posisi kedelapan dengan 3.009 unit. Isuzu dan Wuling melengkapi daftar sepuluh besar masing-masing dengan 1.896 unit dan 1.578 unit.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa pasar mobil Indonesia masih dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti konflik regional, namun tren mobil listrik memberikan kontribusi positif. Penjualan mobil bekas tetap menjadi pendorong utama, sementara merek-merek tradisional berusaha menyesuaikan strategi untuk tetap relevan di tengah perubahan preferensi konsumen.

penjualan mobilmobil bekasmobil listrikGaikindoToyotaBYDkonflik regionalMitsubishi Fuso

Komentar

Memuat komentar...