Penjualan Mobil Listrik Naik, Mobil Konvensional Turun

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Penjualan Mobil Listrik Naik, Mobil Konvensional Turun

Gambar atau konten salah?

Penjualan mobil bermesin konvensional di Indonesia terus menurun, sementara popularitas mobil listrik naik secara signifikan. Pada masa lalu, penjualan mobil konvensional bisa mencapai satu juta unit per tahun, namun kini hanya sekitar 628.543 unit pada tahun 2025.

Data yang dikumpulkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan tren yang jelas. Pada tahun 2021, penjualan mobil listrik hanya 687 unit, setara dengan 0,1 % pangsa pasar. Tahun berikutnya, 2022, angka ini melonjak menjadi 10.327 unit, atau 1 % pangsa pasar. Mobil hybrid pada periode yang sama juga mencapai 1 % pangsa pasar.

Perkembangan terus berlanjut. Pada tahun 2023, mobil listrik terjual 17.051 unit, mencakup 1,7 % pangsa pasar, sementara mobil hybrid melampaui 54.179 unit. Tahun 2024 menandai titik balik, di mana mobil listrik mencapai 43.188 unit atau 5 % pangsa pasar, dan mobil hybrid menjual 59.903 unit, setara 6,9 % pangsa pasar. Pada tahun 2025, penjualan mobil listrik melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2024, mencapai 103.931 unit, sementara mobil hybrid menjual 65.943 unit.

Konversi energi di sektor otomotif terlihat jelas. Penjualan mobil bermesin konvensional mengalami penurunan drastis: 883.997 unit pada 2021, 1.027.539 unit pada 2022, 934.444 unit pada 2023, 765.495 unit pada 2024, dan 628.543 unit pada 2025. Perubahan ini menandai pergeseran preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Secara keseluruhan, tren ini menunjukkan bahwa mobil listrik semakin menguat di pasar Indonesia, sementara mobil bermesin konvensional mengalami penurunan yang signifikan. Perubahan ini dipengaruhi oleh diversifikasi model, penurunan harga, serta kebijakan pemerintah yang mendukung kendaraan listrik. Dengan data yang terus menguat, pasar otomotif Indonesia tampak bergerak menuju era mobilitas berkelanjutan.

mobil listrikmobil konvensionalmobil hybridGaikindopenjualan mobilkebijakan pemerintahpasar otomotif

Komentar

Memuat komentar...