Penjualan Mobil Naik 22% Sebelum Lebaran, Cermat Daya Beli
Gambar atau konten salah?
Di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa penjualan kendaraan bermotor di Indonesia naik menjelang Lebaran. Ia menegaskan bahwa kenaikan ini menjadi bukti bahwa daya beli masyarakat masih terjaga, khususnya selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Budi memaparkan data penjualan mobil yang disediakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) serta penjualan sepeda motor dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Data tersebut menunjukkan peningkatan signifikan pada bulan Februari 2026, sebulan sebelum Lebaran.
“Peningkatan penjualan didorong oleh kebutuhan mobil bagi masyarakat Indonesia yang ingin mudik. Angka ini juga menjadi indikasi daya beli masyarakat masih terjaga sepanjang Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Budi pada hari Rabu, 01 April 2026.
Menurut GAIKINDO, penjualan mobil secara wholesale—dari pabrik ke dealer—naik 22,1 % secara bulanan pada bulan Februari 2026. Jumlah unit yang terjual secara wholesale mencapai 81.159 unit.
Sementara itu, penjualan ritel—dari dealer ke konsumen langsung—meningkat 16,7 % pada periode yang sama. Di pasar ritel, tercatat 78.219 unit mobil terjual menjelang Lebaran.
Data ini menegaskan bahwa konsumen tetap aktif membeli kendaraan meski pada masa puasa. Kenaikan penjualan di kedua segmen menunjukkan bahwa pasar otomotif Indonesia masih kuat, terutama saat masyarakat melakukan mudik. Kinerja ini memberi sinyal positif bagi industri otomotif dan ekonomi mikro di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
