Penurunan Tanah 0,4m di Tanggul Utara Sidoarjo: Dampak Besar

Mira T. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Penurunan Tanah 0,4m di Tanggul Utara Sidoarjo: Dampak Besar

Gambar atau konten salah?

Semburan lumpur Lapindo telah berlangsung selama 20 tahun, menimbulkan ancaman penurunan tanah. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir dan sulit dikendalikan.

Kepala Bidang Perencanaan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo, Zulyana Tandju, mengakui adanya penurunan tanah, namun tidak ada data spesifik sejak 2006. Ia menyebutnya sulit dikendalikan karena kondisi geologi wilayah Sidoarjo.

Pada 01 Juni 2026, Zulyana mengatakan: "Penurunan tanah yang terjadi di Kawasan lumpur Sidoarjo sangat sulit dikendalikan dikarenakan oleh kondisi Geologi yang kompleks pada kawasan lumpur Sidoarjo,".

Ia menjelaskan bahwa penurunan tanah dipengaruhi oleh kondisi geologi, termasuk sesar aktif di Sidoarjo. "Penurunan tanggul dipengaruhi oleh kondisi geologi yang kompleks pada kawasan lumpur Sidoarjo di antaranya yaitu adanya pengaruh sesar aktif, serta diketahui bahwa wilayah Sidoarjo merupakan daerah endapan sedimen," jelasnya.

Faktor lain yang memengaruhi penurunan tanah di kawasan lumpur Lapindo adalah fondasi tanggul yang tidak memiliki daya dukung tanah yang cukup. "Selain itu juga pada pondasi tanggul lumpur Sidoarjo memiliki daya dukung tanah yang rendah," tambahnya.

Zulyana menambahkan bahwa penurunan tanah memang terjadi di Lapindo. Salah satu yang terbesar sempat terjadi pada periode 2021-2022. "Berdasarkan data primer dan sekunder, terhadap tanggul lumpur Sidoarjo, sepanjang 11 Kilometer terjadi penurunan yang variatif," katanya. "Di mana penurunan terbesar terjadi di tanggul sisi utara dengan penurunan yaitu sebesar 0.4 Meter tercatat pada tahun 2021-2022," tandasnya.

Penurunan tanah di Lapindo disebabkan oleh kondisi geologi yang kompleks, sesar aktif, dan pondasi tanggul yang lemah. Data menunjukkan penurunan signifikan di sisi utara, menandakan perlunya tindakan perbaikan.

Semburan lumpur Lapindopenurunan tanahSidoarjogeologi komplekssesar aktifpondasi tanggulendapan sedimen

Komentar

Memuat komentar...