Penutupan Jembatan Serayu, Trans Banyumas Rute Kaliori

Wahyu T. · 4 min baca · 4 hari lalu · 36 dibaca
Bisik.id
Penutupan Jembatan Serayu, Trans Banyumas Rute Kaliori

Gambar atau konten salah?

Penutupan Jembatan Serayu di Kecamatan Banyumas mulai diberlakukan hari ini dan akan berlangsung hingga 30 Juli 2026. Penutupan ini tidak hanya memengaruhi kendaraan umum, tetapi juga operasional Trans Banyumas.

Kasi Pengendalian dan Operasional Dishub Banyumas, Tomi Luqman Hakim, menjelaskan bahwa penutupan ini memberi dampak pada Koridor 4 yang melayani rute menuju wilayah Banyumas. Saat ini, layanan Trans Banyumas Koridor 4 tidak lagi melayani perjalanan hingga selatan Sungai Serayu. Rute dialihkan menuju kawasan wisata Kalisada di Kaliori.

“Untuk Trans Banyumas Koridor 4 yang tadinya sampai Banyumas, sekarang dibelokkan ke barat sampai Wisata Kalisada Kaliori. Nanti halte atau pemberhentian terakhirnya ada di Kalisada Kaliori,” kata Tomi saat ditemui di lokasi, Senin (15 Juni 2026). Armada akan berhenti sekitar lima menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Purwokerto. “Trans Banyumas berhenti sekitar lima menit lalu kembali lagi ke Purwokerto. Jadi sementara tidak ada yang menyeberang ke selatan sungai, dialihkan sampai Kaliori saja,” ujarnya.

Menurut Tomi, skema pengalihan arus yang sebelumnya diuji coba pada Jumat (12 Juni) mulai diterapkan penuh sejak pagi hari. “Jadi kemarin hari Jumat kami sudah melaksanakan uji coba penutupan Jembatan Serayu mulai pukul 08.00 sampai 11.00 WIB. Pada saat uji coba kami menempatkan personel flagman di sejumlah simpang untuk memberi tahu kendaraan roda empat besar atau lebih agar tidak melewati Jembatan Serayu,” terangnya.

Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Simpang Klampok, Banjarnegara Simpang Buntu, dan persimpangan lain yang dinilai memerlukan pengaturan lalu lintas. Pada hari pertama penutupan, para petugas sudah bersiaga sejak pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB sebelum jembatan ditutup. Hasilnya, kendaraan besar yang biasanya melintasi wilayah Banyumas dan Kaliori sudah berkurang signifikan. “Tadi cukup lengang untuk kendaraan roda empat besar di sekitar Banyumas maupun Kaliori karena sebagian besar sudah tidak melintas ke area tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, kendaraan roda empat kecil masih banyak yang belum mengetahui informasi penutupan jembatan. Akibatnya, banyak pengendara yang memilih jalur alternatif melalui Mandirancan-Papringan. “Sebagian besar larinya ke jalan Mandirancan-Papringan. Tapi sejauh ini kondisinya masih cukup lancar,” jelasnya.

Terkait adanya perahu penyeberangan yang dimanfaatkan sebagian warga untuk melintas di Sungai Serayu, Tomi mengaku pihaknya tidak merekomendasikan penggunaan sarana tersebut. “Kami tidak merekomendasikan karena dari sisi keselamatan kami tidak bisa memastikan aman atau tidak. Jadi kami sarankan tetap menggunakan jalur Mandirancan-Papringan,” tegasnya.

Sementara itu, pengguna kendaraan yang melintas melalui jalur alternatif Mandirancan harus menempuh jarak lebih jauh dibandingkan rute normal melalui Jembatan Serayu. “Kalau hitungan kami, dari Kaliori sampai Banyumas melalui Mandirancan kurang lebih bertambah sekitar enam kilometer. Dari Kaliori belok kanan sampai Pegalongan, lalu belok kiri ke Mandirancan, kurang lebih enam kilometer,” pungkasnya.

Jembatan Serayu Banyumas resmi ditutup hari ini sejak pukul 08.00 WIB untuk perbaikan. Penutupan ini rencananya akan berlangsung selama satu setengah bulan sampai 30 Juli 2026. Dua sisi jembatan dari arah utara dan selatan sudah ditutup menggunakan seng. Meski begitu masih ada beberapa pemobil, terutama pelat nomor luar kota, yang belum mengetahui informasi ini hingga terpaksa harus memutar.

Untuk pejalan kaki dan pemotor, pilihan utama adalah menaiki perahu yang dermaganya berjarak sekitar satu kilometer dari arah jembatan ke barat. Dermaga tersebut terletak di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, yang merupakan depo pasir. Sementara di sisi selatan dermaganya berada di Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas. Perahu penyeberangan yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut pasir kini disulap menjadi sarana transportasi alternatif untuk membantu masyarakat menyeberangi sungai tanpa harus memutar hingga puluhan menit.

Pemilik perahu penyeberangan, Syamsudin, mengaku awalnya menyediakan layanan tersebut untuk kebutuhan pribadinya. Namun, melihat banyak warga kesulitan akibat penutupan jembatan, ia memutuskan membuka jasa penyeberangan bagi masyarakat. “Awalnya memang karena kebutuhan untuk diri saya sendiri. Kebetulan anak saya sekolah di SD IT, jadi daripada harus muter jauh-jauh, saya bikin perahu untuk penyeberangan. Syukur ada tetangga yang mau ikut, kan bisa untuk ibadah dan aktivitas lainnya,” kata Syamsudin saat ditemui di lokasi, Senin (15 Juni).

Penutupan Jembatan Serayu ini memaksa warga Banyumas untuk menyesuaikan rute harian mereka. Rute alternatif melalui Mandirancan-Papringan menambah jarak sekitar enam kilometer, sementara perahu penyeberangan menjadi solusi bagi yang tidak ingin memutar. Petugas Dishub terus memantau situasi dan menyesuaikan penempatan flagman di persimpangan strategis. Meskipun demikian, masih ada kendaraan roda empat kecil yang belum mengetahui penutupan, sehingga beberapa pengendara masih memilih jalur alternatif yang belum optimal.

Dengan penutupan ini, Trans Banyumas menyesuaikan jadwal dan rute layanan. Armada berhenti lima menit di halte terakhir sebelum kembali ke Purwokerto, memastikan tidak ada penyeberangan ke selatan Sungai Serayu. Pihak Dishub tetap menekankan pentingnya menggunakan jalur Mandirancan-Papringan untuk keamanan dan kenyamanan. Penutupan ini diharapkan selesai pada 30 Juli 2026, setelah perbaikan jembatan selesai.

Perubahan rute ini menandai tantangan bagi warga Banyumas dalam menavigasi perjalanan sehari-hari. Meskipun menambah jarak, solusi alternatif seperti perahu penyeberangan dan rute Mandirancan-Papringan membantu menjaga kelancaran mobilitas. Pihak Dishub berjanji akan terus memantau dan menyesuaikan layanan agar warga tetap dapat mengakses wilayah secara aman.

Jembatan SerayuPenutupanTrans BanyumasMandirancan-PapringanPerahu PenyeberanganDishubKaliori

Komentar

Memuat komentar...