Hari Sushi Internasional: Asalnya Asia Tenggara, Bukan Jepang
Gambar atau konten salah?
International Sushi Day dirayakan setiap 18 Juni 2024, hari di mana kita dapat lebih mengenal makanan berbasis nasi dan ikan ini.
Menurut Instagram tatlerdiningph, perayaan ini pertama kali muncul pada 2009 sebagai bentuk penghargaan terhadap sushi, salah satu makanan yang kini mendunia.
Walaupun sushi identik dengan Jepang, sejarahnya menunjukkan asal-usul yang lebih jauh. Konon, sushi bermula dari narezushi, hidangan ikan yang difermentasi dan diawetkan dalam nasi. Proses fermentasi menggunakan bakteri aman, mirip dengan pembuatan asinan kubis, yogurt, dan acar.
Asal-usul narezushi terletak di sepanjang Sungai Mekong di Asia Tenggara. Dari sana, kemungkinan awal sushi berasal dari Laos, Thailand, Kamboja, Vietnam, atau bahkan China, karena semua negara tersebut memiliki akses ke sungai tersebut.
Sejarawan menemukan kata narezushi dalam kamus bahasa China abad ke‑dua. Pada masa itu, narezushi menjadi makanan favorit selama masa perang.
Catatan sejarah lain, menurut Public Broadcasting Service, menunjukkan bahwa sushi baru “tiba” di Jepang pada abad ke‑sembilan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa negara asal sushi sebenarnya bukan Jepang, melainkan China.
Hari ini, meski banyak orang menautkannya dengan Jepang, fakta sejarah menegaskan bahwa sushi memiliki akar di wilayah Asia Tenggara dan Tiongkok. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa makanan yang kita nikmati sehari‑hari seringkali memiliki perjalanan panjang melintasi budaya dan waktu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Adem Ayem Solo: Warung Legendaris Tetap Menyapa Hujan Malam
Dot Cake Viral: Antrian Panjang di Butterfield Market
The Trans Resort Bali Hadirkan Restoran Michelin Berbintang
Berbagai Restoran Ampera Raya Jadi Destinasi Kuliner
Resep Ayam Goreng Mentega, Lengkuas, & Asam Manis Populer
Ketoprak Jakarta Tetap Favorit, Banyak Lokasi Populer
Berita Terbaru
Saka Tidak Jadi Starter Inggris, Tuchel Bertindak Cermat
Titik Nol Singaraja: Penataan Harmonis Purusa‑Pradana
Kabar Salah: ODGJ Bandung Tidak Paling Banyak, Data Bogor
Semeru Letus: Awan Panas 4,5 km Tanpa Dampak Warga
WhatsApp Plus Tersedia di Indonesia, Berlangganan Rp13.900
Gempa Darat Lebih Merusak, Pakar Jelaskan Penyebabnya
PLN Atasi Pemadaman: Kendala Dua Pembangkit, Beban Sementara
Prabowo Rapat Bank BUMN di Merdeka Selama BI Rate Naik
