Percaya Fiskal Indonesia, Yield SBN Tetap Stabil di Pasar

Nurul H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Percaya Fiskal Indonesia, Yield SBN Tetap Stabil di Pasar

Gambar atau konten salah?

Wakil Menteri Keuangan Indonesia, Juda Agung, menilai bahwa investor, baik asing maupun domestik, masih percaya pada kondisi fiskal negara. Ia menyoroti kinerja Surat Berharga Negara (SBN) yang tetap stabil meski ketidakpastian global masih berlangsung. Kinerja ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal pemerintah.

"Kalau kita lihat kinerja pasar SBN sudah masih baik. Artinya, market masih percaya terhadap kondisi fiskal kita. Yield agak naik memang, tapi di Amerika juga naik. Ini kan US Treasury 10 tahun emang ada kenaikan. Sama itu karena dampak dari perang, uncertainty meningkat itu biasa," ujar Juda

Juda tidak menampik adanya kenaikan yield pada instrumen surat utang tersebut. Menurutnya, kenaikan tersebut merupakan hal yang wajar mengingat meningkatnya ketidakpastian global akibat tensi geopolitik dan perang. Ia menegaskan bahwa jika kondisi fiskal Indonesia memburuk, maka yield SBN akan melonjak tajam secara drastis seperti yang terjadi pada periode krisis masa lalu.

"SBN valas 10 tahun, SBN rupiah 10 tahun, itu stabilizing kembali. Kalau yield itu masih bisa terjaga seperti ini, artinya apa? Artinya investor domestik maupun global masih percaya dengan kondisi fiskal kita," terang Juda

Perbandingan suku bunga SBN dengan US Treasury 10 tahun menunjukkan spread yang relatif tipis. Spread ini menjadi sinyal kepercayaan pasar bahwa fiskal Indonesia masih terjaga. Perbandingan spread dengan negara-negara emerging markets lain menegaskan posisi Indonesia di antara yang paling stabil.

"Kalau kondisi fiskalnya sudah jeblok tentu saja dia akan meningkat drastis seperti pada saat krisis-krisis di 2008, 2018 dan sebagainya. Tapi sekarang ini bisa terjaga dengan baik," tambah Juda

"Dan kalau kita lihat di tabel sebelah kanan yield spread kita terhadap US Treasury itu juga relatif rendah, 237 dibandingkan negara-negara yang lain. Filipina, India, South Africa, Meksiko, apalagi Brazil. Kita masih bisa menjaga spread dan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap fiskal kita masih cukup luas," imbuhnya

Peristiwa ini dihadiri dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (RKP) Tahun 2027 yang berlangsung di kantor pusat di Jakarta Pusat pada 07 Mei 2026. Keputusan dan pernyataan Juda menegaskan bahwa meski tantangan global tetap ada, pasar masih melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman. Kepercayaan ini didukung oleh data yield spread yang rendah dan stabilitas SBN 10 tahun, baik dalam mata uang rupiah maupun valas.

Wakil Menteri KeuanganSurat Berharga NegaraYield SBNKetidakpastian globalFiskal IndonesiaUS Treasury 10 tahunSpread rendah

Komentar

Memuat komentar...