Perceraian Tinggi Bandung, Perempuan Tergerus Ekonomi Dunia

Agus P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Perceraian Tinggi Bandung, Perempuan Tergerus Ekonomi Dunia

Gambar atau konten salah?

Indri Rindani, anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, menyoroti tingginya angka perceraian di Kota Kembang. Ia menegaskan bahwa perempuan sering menjadi pihak yang paling terdampak, terutama akibat kondisi fatherless atau anak tumbuh tanpa keterlibatan ayah.

Menurutnya, perempuan menanggung beban ganda setelah memutuskan untuk bercerai. Perceraian tidak hanya memengaruhi hubungan keluarga, tetapi juga berdampak luas pada kondisi sosial dan ekonomi.

“Angka perceraian di Kota Bandung masih cukup tinggi. Dampaknya sangat terasa, terutama bagi perempuan. Mereka sering kali menjadi pihak yang paling dirugikan, baik secara ekonomi maupun sosial. Ini juga berkontribusi pada meningkatnya fenomena fatherless,” ujar Indri.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kasus perceraian dipicu oleh persoalan ekonomi yang belum terselesaikan di tingkat keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan ketahanan ekonomi rumah tangga, khususnya melalui pemberdayaan perempuan.

“Mayoritas perceraian dipengaruhi faktor ekonomi. Karena itu, perempuan perlu diberdayakan agar memiliki kemandirian. Namun, tetap tanpa meninggalkan fitrahnya dalam keluarga. Perempuan bisa tetap menjalankan perannya sekaligus berdaya secara ekonomi,” jelasnya.

Indri menilai bahwa upaya pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Ia mendorong agar program pelatihan yang selama ini digelar Pemerintah Kota Bandung tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan disertai dengan pendampingan yang berkesinambungan.

“Pelatihan saja tidak cukup. Harus ada pendampingan setelahnya. Dengan begitu, perempuan benar-benar bisa mengembangkan kemampuan dan memperoleh manfaat nyata dari program tersebut,” tegasnya.

Selain itu, Indri menyoroti potensi ekonomi Kota Bandung yang belum sepenuhnya dimaksimalkan. Ia menyebut banyak masyarakat kreatif yang memiliki kemampuan, namun belum memiliki akses atau wadah untuk berkembang.

“Bandung ini punya potensi besar, baik dari sisi PAD maupun sumber daya manusianya. Banyak orang kreatif, tapi belum semua memiliki wadah. Padahal, visi wali kota ingin menghadirkan gerai di setiap kecamatan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa berbagai persoalan dasar di Kota Bandung masih menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan. Mulai dari banjir, kemacetan, hingga persoalan sampah yang dinilai belum tertangani secara optimal.

“Masalah-masalah seperti banjir, macet, dan sampah masih menjadi pekerjaan rumah. Selama persoalan dasar ini belum tuntas, tentu akan memengaruhi upaya pemerintah dalam menangani isu-isu lain, termasuk pemberdayaan ekonomi,” katanya.

Di sisi lain, Indri menekankan pentingnya perubahan dari dalam diri sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas kehidupan. Ia mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk terus meningkatkan kualitas spiritual sebagai fondasi utama.

“Kalau kita punya kemauan, kita pasti bisa berubah menjadi lebih baik. Salah satu kuncinya adalah memperbaiki salat. Ketika salat kita baik, insyaallah kehidupan juga akan ikut membaik,” ujarnya.

Lebih jauh, Indri menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan perempuan, baik di ranah sosial, ekonomi, maupun politik. Ia menilai perempuan harus berani mengambil peran strategis, termasuk dalam partai politik.

“Perempuan jangan sampai meng-underestimate diri sendiri. Kita harus punya posisi dan peran, terutama di partai politik. Dengan begitu, kita bisa lebih maksimal dalam memperjuangkan kepentingan perempuan,” tandasnya.

Ia berharap, ke depan semakin banyak kebijakan yang berpihak pada perempuan, sehingga mampu menciptakan ketahanan keluarga yang lebih kuat serta mengurangi berbagai persoalan sosial yang ada di Kota Bandung.

Perlu dipahami bahwa angka perceraian yang tinggi menuntut perhatian serius dari semua pihak. Pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi rumah tangga, dan penyelesaian masalah dasar kota menjadi kunci untuk menurunkan tingkat perceraian dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, potensi kreatif Bandung dapat berkembang, dan perempuan dapat memainkan peran strategis dalam memajukan kota ini.

Indri Rindaniperceraian kota Bandungperempuanpemberdayaan ekonomiketahanan rumah tanggapotensi kreatif Bandungmasalah dasar kota

Komentar

Memuat komentar...