Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Gambar atau konten salah?
Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia ketika kabar tentang Ramadhan Sananta mulai beredar menjelang jendela transfer musim 2026/2027. Rumor ini muncul setelah striker berusia 23 tahun berpisah dengan klub asal Brunei, DPMM FC, setelah menempuh satu musim penuh di sana.
Sananta tidak asing lagi dengan nama Persebaya. Pada putaran kedua bursa transfer Super League 2025/2026, ia juga pernah menjadi sasaran diskusi di kalangan penggemar. Namun karena masih terikat kontrak dengan DPMM FC, peluang transfer tidak pernah terwujud dan rumor tersebut pun mereda sebelum jendela ditutup.
Setelah resmi keluar dari DPMM FC, Sananta kini berada di status bebas transfer. Kondisi ini membuka pintu bagi klub-klub di Indonesia untuk menawar tanpa harus membayar biaya transfer. Tidak mengherankan bila namanya kembali muncul di kalangan klub, termasuk Persebaya Surabaya.
Faktor utama yang memperkuat spekulasi ini adalah hubungan Sananta dengan pelatih Bernardo Tavares. Bernardo, yang berasal dari Portugal, pernah memimpin PSM Makassar dan bekerja sama langsung dengan Sananta. Kedua pemain tersebut berperan penting ketika PSM menjuarai Liga 1 2022/2023.
Di musim tersebut, Sananta mencatatkan 11 gol dari 24 pertandingan. Ia dikenal tidak hanya sebagai penyerang yang produktif, tetapi juga memiliki mobilitas tinggi, kemampuan membuka ruang, dan etos kerja yang sesuai dengan gaya permainan yang dicari Bernardo. Hubungan kerja sama yang sukses di masa lalu membuat banyak pihak melihat kemungkinan reuni di Persebaya sebagai opsi yang realistis.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persebaya maupun Sananta mengenai rumor ini. Persebaya juga belum mengumumkan pemain baru yang akan direkrut untuk musim 2026/2027. Pihak manajemen masih menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum membuat keputusan akhir.
Rumor ini menyoroti bagaimana hubungan masa lalu antara pemain dan pelatih dapat memengaruhi dinamika transfer. Meskipun belum ada kepastian, situasi Sananta sebagai bebas transfer memberi peluang bagi klub-klub besar di Indonesia untuk mengejar pemain berpotensi tinggi tanpa beban biaya transfer.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
Berita Terbaru
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
