Persija Turun 2-3 di Bhayangkara, Kartu Merah Jordi Amat

Nita W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 119 dibaca
Bisik.id
Persija Turun 2-3 di Bhayangkara, Kartu Merah Jordi Amat

Gambar atau konten salah?

Persija Jakarta turun kalah 2‑3 di kandang Bhayangkara Presisi pada 05 April 2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Pertandingan ini berlangsung pada pekan ke‑26 Super League 2025/26.

Persija mulai unggul ketika Rayhan Hannan mencetak gol sebelum satu menit berlalu. Gol tersebut menempatkan tim Jakarta di posisi memimpin 1‑0 saat pertandingan masih hangat.

Kurang lebih di menit ke‑28, Moussa Sidibe menyeimbangkan skor Bhayangkara menjadi 1‑1. Gol itu bertahan sampai akhir babak pertama, membuat Persija harus menyesuaikan strategi.

Di awal babak kedua, kartu merah diberikan kepada Jordi Amat setelah menerima dua kartu kuning. Keputusan ini membuat Persija bermain dengan satu pemain kurang.

Meski begitu, Persija kembali unggul 2‑1 lewat tendangan bebas Fabio Calonego. Namun Bhayangkara berhasil merebut kembali keunggulan menjadi 3‑2, berkat gol Dendy Sulistyawan dan Sidibe pada akhir laga.

Pelatih Mauricio Souza mengungkapkan kekecewaannya. "Kami memulai pertandingan sesuai rencana, kami bisa cetak gol. Lalu punya dua peluang untuk finishing ke gawang lawan. Tapi selanjutnya kami berhenti main, malah kasih kesempatan ke lawan Sampai kebobolan di kotak penalti," kata beliau saat memberikan keterangan seusai laga.

Souza menambahkan, "Di babak kedua kami tidak bisa bicara lagi setelah kartu merah. Jadi susah main dengan kurang satu pemain. Pemain tidak dalam performa terbaik, sulit buat kami. Babak kedua sudah mencoba, sudah berusaha keras. Tapi tanpa satu pemain memang susah," ujarnya.

Pelatih asal Brasil menilai keputusan wasit tidak bijak. Ia menyatakan, "Lebih lanjut, Pelatih asal Brasil, mempertanyakan keputusan wasit memberikan dua kartu kuning kepada Jordi Amat. Seharusnya pengadil lapangan bisa lebih bijak lagi sehingga timnya tidak sampai harus menanggung kerugian bermain dengan 10 pemain."

Jordi Amat menerima dua kartu kuning yang dianggap tidak perlu setelah terpancing emosinya akibat provokasi. Kartu pertama ia terlibat mendorong Gaucho Moises, sementara kartu kedua ia menendang kaki T.M Ichsan.

Souza menekankan, "Jordi kartu merah tidak wajar, apa yang terjadi. Jadi kami dalam 10 menit pertama bisa cetak gol lagi. Seperti saya bilang, tim kami berhenti, dan kurang pemain di babak kedua," ucap pelatih Persija asal Brasil itu.

Ia juga menegaskan strategi, "Saya mau kami bikin satu gol lagi karena butuh 3 poin. Kami kebobolan dari bola mati, kami mencoba hasil maksimal dan kebobolan dari transisi mereka. Jadi kurang satu pemain pertandingan menjadi berbeda. Strategi kami menjadi bertahan, serangan balik," tuturnya.

Dengan skor akhir 2‑3, Persija harus menilai kembali taktik dan disiplin di lapangan. Kartu merah yang menimpa Jordi Amat menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika pertandingan, mengakibatkan tim harus bertahan di bawah tekanan lawan.

Persija JakartaBhayangkara PresisiSuper League 2025/26kartu merahJordi AmatMauricio Souzaskor 2‑3

Komentar

Memuat komentar...