Pertamina‑ERIA Tandatangani MoU Riset Energi Berkelanjutan

Bambang W. · 2 min baca · 11 hari lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Pertamina‑ERIA Tandatangani MoU Riset Energi Berkelanjutan

Gambar atau konten salah?

Pada 23 Mei 2026, Pertamina dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menandai kolaborasi dalam bidang penelitian dan studi bersama mengenai jalur transisi energi berkelanjutan. Peristiwa ini berlangsung di sela‑sela acara IPA Convex 2026.

Penandatanganan dihadiri oleh Direktur Strategi, Portfolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, dan Chief Operating Officer ERIA, Takayuki Yamanaka. Emma menyatakan, “Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mendukung kemandirian energi nasional dan juga mendukung transisi energi.”

Ia menambahkan bahwa “Kemandirian energi dan transisi energi merupakan dua strategi yang dijalankan oleh Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini memperkuat satu dengan yang lainnya. Ini juga merupakan implementasi Dual Growth Strategy Pertamina.” Dual Growth Strategy berarti Pertamina bersinergi antara pengembangan energi fosil yang sudah ada dan pemajuan bisnis rendah karbon.

Emma menjelaskan dua pilar utama strategi bisnis Pertamina saat ini: “Pertamina saat ini menjalankan dua pilar utama strategi bisnis, yakni mengoptimalkan bisnis eksisting berbasis energi fosil serta mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon.”

MoU menargetkan dua bidang kerja sama utama: analisis kebijakan dan ekonomi di sektor energi serta pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan. Pertamina Energy Institute (PEI), lembaga pemikir strategis Pertamina, akan memimpin pelaksanaan nota kesepahaman ini.

Emma menegaskan bahwa melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset, analisis ekonomi energi yang komprehensif, serta penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan. “Melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset, analisis ekonomi energi yang komprehensif, serta penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang Perusahaan,” kata Emma.

Ia juga mengharapkan kolaborasi ini dapat memperkuat posisi strategis Pertamina di kawasan regional di tengah dinamika transisi energi global yang terus berkembang. “Dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk di dalamnya lembaga pemikir level internasional akan meningkatkan kapasitas para pihak,” tutupnya.

Di sesi yang sama, Pertamina Grup menandatangani beberapa kerja sama lain, antara lain JSA CCS Amonia antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pupuk Indonesia; HoA CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon; serta MOU CCS di Wilayah Kerja Pertamina antara PT Pertamina (Persero), PHE dan ERIA.

ERIA, lembaga pemikir internasional yang didirikan pada tahun 2007, fokus pada kajian ekonomi dan kebijakan di kawasan ASEAN dan Asia Timur. Lembaga ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) dan diakui secara luas atas keunggulannya dalam analisis kebijakan energi di tingkat regional.

Dengan kolaborasi ini, Pertamina dan ERIA bertujuan menggabungkan keahlian riset dan kebijakan untuk mempercepat transisi energi, sambil menjaga keseimbangan antara bisnis energi fosil dan rendah karbon. Kerja sama ini menandai langkah strategis Pertamina dalam menghadapi tantangan energi global, sekaligus memperkuat jaringan pemikir dan praktisi di kawasan.

PertaminaERIAtransisi energiStrategi Pertumbuhan Gandabisnis rendah karbonanalisis kebijakan energikapasitas institusional

Komentar

Memuat komentar...