Pertikaian di SPBU M. Ramdan: Pria Memaksa Pistol Tiruan

Wulan M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Pertikaian di SPBU M. Ramdan: Pria Memaksa Pistol Tiruan

Gambar atau konten salah?

Bandung – Aksi koboi di jalanan kembali terjadi di kota ini. Kali ini, perkelahian dipicu oleh masalah sepele: seorang pria tidak mau menunggu di antrean SPBU dan menolak ditegur saat memotong barisan.

Insiden terjadi di SPBU Jalan M Ramdan, Kecamatan Regol, pada Kamis 24 April 2026 sekitar pukul 06:28 WIB. Video kejadian terekam dan menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman, seorang pria berjaket terlihat cekcok dengan pengendara lain saat menunggu giliran isi BBM. Ketegangan memuncak ketika pria tersebut memutuskan mundur dari antrean, seolah tersinggung.

Alih‑alih pergi, ia memutar arah, memarkir motor di pintu keluar, lalu kembali masuk ke area SPBU. Situasi memanas ketika ia mengacungkan benda menyerupai pistol ke arah pengendara yang menegurnya. Untungnya, aksi itu cepat reda setelah petugas SPBU menghampiri dan menenangkan pelaku. Akhirnya, pria itu meninggalkan lokasi.

Kompol Heri Suryadi, Kapolsek Regol, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa polisi sudah turun tangan. “Pada Hari Kamis Tanggal 23 April 2026 sekitar pukul 06.28 WIB di SPBU Jalan M Ramdan No 92 ada pelaku sorang laki-laki dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis Honda Shogun Z 6841 ED warna merah hitam, pada saat akan mengisi BBM pelaku tidak mau antri lalu ditegur oleh salah satu pengendara yang antri untuk isi BBM, lalu terjadilah adu mulut antara pelaku dan salah satu pengendara yang antri,” kata Heri dalam keterangan yang diterima detikJabar, Jumat (24/4/2026).

Ia melanjutkan: “Kemudian pelaku pergi dan memarkirkan kendaraan nya di tambal ban SPBU kemudian menghampiri pengendara yang menegur pelaku tersebut sambil mengeluarkan seperti pistol atau air soft gun, namun dilerai oleh saksi Herman lalu kemudian pelaku pergi meninggalkan SPBU tersebut,” ujarnya.

Polisi masih mendalami kasus ini. “Kami sudah mengecek TKP, meminta keterangan saksi-saksi, meminta rekaman CCTV dan melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut,” pungkas Heri. Bukti yang dikumpulkan meliputi rekaman CCTV di lokasi kejadian dan keterangan saksi.

Insiden ini menegaskan pentingnya disiplin dalam antri, terutama di tempat umum. Kejadian ini juga menunjukkan bagaimana petugas SPBU dapat menenangkan situasi sebelum eskalasi. Polisi terus mengumpulkan bukti untuk menentukan langkah selanjutnya.

SPBUBandungperkelahianantreanpistolpolisirekaman CCTVdisiplin

Komentar

Memuat komentar...