Perusahaan PHK Gara-gara AI Menyesal, Kembali Rekrut

Iwan D. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Perusahaan PHK Gara-gara AI Menyesal, Kembali Rekrut

Gambar atau konten salah?

Beberapa perusahaan yang sempat memecat karyawan untuk digantikan oleh kecerdasan buatan (AI) kini mulai menyesali keputusan tersebut. Mereka menyadari bahwa AI tidak bisa melakukan semuanya. Alhasil, mereka mengubah sikap dan kembali merekrut tenaga manusia.

Salah satu perusahaan yang berbalik arah adalah Ford. Perusahaan otomotif ini dilaporkan mempekerjakan kembali ratusan insinyur berpengalaman untuk menangani masalah kualitas yang tidak bisa diselesaikan oleh sistem otomatis. Charles Poon, vice president of vehicle hardware engineering Ford, mengatakan, "AI tool luar biasa, tapi ia hanya sebaik informasi yang Anda gunakan untuk melatihnya."

Commonwealth Bank of Australia (CBA) dan raksasa software IBM juga termasuk perusahaan yang kini lebih fokus pada sumber daya manusia. Tahun lalu, CBA memberhentikan lebih dari 40 staf layanan pelanggan dan menggantinya dengan bot suara AI. Namun, sistem AI tersebut tidak mampu mengatasi permintaan. Akibatnya, jumlah panggilan justru meningkat. Hal ini mendorong CBA membatalkan pemangkasan staf. Serikat pekerja sektor keuangan Australia menyebut, "Membuat CBA membatalkan pemutusan hubungan kerja ini adalah sebuah kemenangan besar."

CBA mengakui tidak mempertimbangkan semua pertimbangan bisnis yang relevan saat mengumumkan PHK. Di sisi lain, IBM mengganti fungsi SDM-nya dengan AI yang menangani sekitar 94% tugas rutin. Namun, AI tidak mampu memenuhi 6% sisanya, yang sering kali mencakup dilema etis. IBM kemudian mengumumkan rencana melipatgandakan perekrutan manusia. Kepala sumber daya manusia IBM, Nickle LaMoreaux, bertanya, "Jika kita tidak terus berinvestasi pada rekrutmen tingkat pemula, apa yang akan terjadi dalam 3-5 tahun ke depan?"

Ada pula perusahaan Klarna yang pada tahun 2024 bermitra dengan OpenAI dan memangkas departemen layanan pelanggan dan pemasaran. CEO Sebastian Siemiatkowski saat itu berkata, "AI sudah dapat melakukan semua pekerjaan yang kita, sebagai manusia, lakukan." Perusahaan mengklaim ada penghematan USD 10 juta. Mereka menyebut bahwa AI generatif dapat menangani terjemahan, produksi gambar, analisis data, dan keluhan pelanggan.

Namun, platform paylater ini tampaknya mempertimbangkan kembali keputusan itu. Siemiatkowski kemudian mengatakan kepada Bloomberg, "Dari perspektif merek, perspektif perusahaan, saya pikir sangat penting untuk menjelaskan kepada pelanggan bahwa akan selalu ada manusia jika mereka menginginkannya."

Jadi, memberhentikan karyawan saat menggunakan lebih banyak AI tidak selalu menawarkan rute terbaik menuju pertumbuhan bisnis. Intuition Labs menyebut, "Menganggarkan teknologi untuk menggantikan manusia tanpa berinvestasi dalam pelatihan atau peningkatan kemampuan membuat tim tidak siap untuk memanfaatkan AI." Mereka menambahkan, "Khususnya di antara perusahaan-perusahaan yang mendorong otomatisasi, banyak yang kemudian 'menyesali' PHK, setelah memangkas orang yang justru dibutuhkan untuk mengawasi AI."

Menurut laporan Orgvue, 39% pemimpin bisnis memberhentikan karyawan karena penerapan AI. Namun dari jumlah tersebut, 55% mengakui telah terjadi kesalahan keputusan terkait PHK tersebut. Jessica Zhang, wakil presiden senior APAC di penyedia solusi SDM, ADP, mengatakan, "Ketika hasil AI tidak konsisten, tidak akurat, atau sulit diterapkan, perusahaan sering kali perlu menghadirkan kembali pengawasan manusia."

Sementara itu, 32% manajer perekrutan di AS mengatakan mereka menghapus suatu posisi pekerjaan utamanya karena AI dan kemudian merekrut kembali untuk posisi yang sama atau serupa.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun AI menawarkan efisiensi, perusahaan tetap membutuhkan kehadiran manusia untuk mengawasi, menangani masalah kompleks, dan menjaga hubungan dengan pelanggan. Keputusan untuk mengganti karyawan dengan AI tidak selalu membawa hasil yang diharapkan, dan banyak perusahaan kini menyadari pentingnya keseimbangan antara teknologi dan tenaga kerja manusia.

AIpenyesalanPHKtenaga manusiakeseimbanganotomatisasipengawasan

Komentar

Memuat komentar...