Perusahaan Rahasiakan PHK, Ristadi Ungkap Dampaknya di Pasar
Gambar atau konten salah?
Ristadi, presiden KSPN, mengungkap bahwa banyak perusahaan sengaja tidak mempublikasikan data PHK. Menurutnya, perusahaan takut bila kasus PHK terekspos luas, kepercayaan bank dan pembeli akan menurun. 12 Mei 2026, Ristadi menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
"Perusahaan ingin menjaga stabilitas kondusivitas perusahaannya agar tetap terlihat sehat. Ini adalah untuk menjaga trust perbankan dan juga buyer. Sebab kalau kemudian PHK itu diekspos diketahui oleh pihak bank, diketahui oleh pihak buyer tentu kondisi perusahaan tersebut dianggap menurun," kata Ristadi saat dihubungi detikcom.
"Sehingga kemudian sudah barang tentu trust dari baik itu perbankan atau buyer akan turun dan ini akan mempengaruhi volume order ataupun juga mempengaruhi fundraising atau sumber modal daripada perusahaan tersebut," sambung Ristadi.
"Secara logika bisa mengakibatkan kondisi perusahaan lebih buruk itu ada benar juga. Dan saya berpikir nasib anggota saya yang di perusahaan tersebut nanti kalau kondisi perusahaan makin buruk saya akan jadi korban anggota-anggota saya lagi dan PHK lagi kan, kasihan," ujar Ristadi.
Ristadi menilai data PHK yang dirilis pemerintah belum sepenuhnya akurat. Menurutnya, jumlah PHK riil diyakini lebih besar dari angka resmi. Kemnaker merilis data terbaru angka PHK periode Januari–April 2026. Berdasarkan data yang diunggah di situs Satudata, angka PHK pada periode tersebut mencapai 15.425 orang.
"PHK massal itu pabrik tutup cenderung lebih menurun ya, lebih menurun. Tapi bukan berarti kemudian data yang disampaikan itu memang faktual begitu, enggak juga. Jadi bukan 15 ribuan (korban PHK) itu, tapi saya meyakini tetap datanya di atas itu dengan PHK yang tadi yang tertutup itu," tuturnya.
Perusahaan yang menyembunyikan data PHK berusaha menjaga citra agar tetap sehat di mata perbankan dan pembeli. Ristadi menegaskan bahwa ketidakpastian data PHK dapat memengaruhi pendanaan dan volume pesanan, serta menambah risiko bagi tenaga kerja. Data PHK resmi menunjukkan 15.425 orang terhitung pada Jan–Apr 2026, namun Ristadi percaya angka sebenarnya lebih tinggi. Kesimpulannya, transparansi data PHK menjadi faktor penting bagi kepercayaan pihak bank, pembeli, dan karyawan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
Dolar AS Kuat, Rupiah Tertekan ke Rp18.000 per Unit Jumat
Purbaya: Outlook Negatif Danantara Sesuai Peringkat
Kebakaran Rumah di Musim Kemarau, Asuransi Zurich Lindungi
Doni Akbar Tekankan Data Akurat dan Modernisasi Rel Kereta
Rupiah Rp18.000/dolar, Siapkan Barter Filipina Indonesia
