Petani Jatiluwih Pakai Drone Pupuk Padi, Mudah & Cepat

Bambang W. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Petani Jatiluwih Pakai Drone Pupuk Padi, Mudah & Cepat

Gambar atau konten salah?

Di Subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, petani kini memakai drone untuk menaburkan pupuk padi. Metode ini dianggap lebih cepat dan mengurangi tenaga dibandingkan cara manual.

I Gede Made Ardana, kepala Bidang Pengembangan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, menjelaskan alasan penggunaan drone. “Karena luas dan untuk meringkas waktu sehingga drone ini digunakan,” ujar Ardana saat diwawancara, 20 April 2026. Subak Jatiluwih memiliki luas 227 hektare, sehingga proses pemupukan manual memakan waktu dan tenaga yang cukup besar.

Pupuk yang digunakan adalah pupuk hormon, yang membantu pertumbuhan padi, penguatan batang, dan buah. Ardana menambahkan, pupuk pertama‑tama dicampur dengan air sebanyak 1,5 liter. Setelah tercampur, pupuk dipasang ke drone lalu diterbangkan. Volume 1,5 liter ini mampu mencakup satu hektare.

“Pemberian pupuk ini rutin dilakukan setiap dua minggu sekali,” imbuhnya. Namun, karena luas subak, drone tidak dapat menjangkau seluruh area. Beberapa wilayah sawah tidak memiliki terasering, dan banyak pepohonan yang menghalangi penerbangan.

Drone memerlukan dua baterai. Ardana menjelaskan, “Untuk menerbangkan drone membutuhkan dua baterai. Nah kendalanya itu ketika baterai akan habis, tempat untuk men-charger ulang tidak memungkinkan.” Hal ini membuat pemupukan tidak dapat dilaksanakan secara menyeluruh.

Selain kendala teknis, faktor alam juga menjadi tantangan. Ardana menyebut, “Kendala penggunaan drone ini, kata Ardana, yakni faktor alam seperti hujan dan angin kencang.”

Penggunaan drone sudah dimulai sejak awal 2025, dan meski belum sempurna, langkah ini menunjukkan upaya petani Jatiluwih untuk memanfaatkan teknologi guna mempercepat pemupukan dan mengurangi beban kerja. Dengan dukungan teknologi, proses pertanian di subak ini berpotensi menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

DronepemupukanSubak Jatiluwihpupuk hormontenaga kerjakendala bateraicuaca

Komentar

Memuat komentar...