Petani Solihin Ditemukan Lemas di Persawahan Bubak

Agus P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Petani Solihin Ditemukan Lemas di Persawahan Bubak

Gambar atau konten salah?

Warga Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, terkejut ketika seorang petani bernama Solihin (57) hilang. Solihin ditemukan dalam keadaan lemas, linglung, dan tanpa busana sekitar 7 kilometer dari lahan sawahnya.

Menurut Kepala Desa Garungwiyoro, peristiwa bermula ketika Solihin pamit pergi ke sawah pada 4 April 2026 pukul 07.00 WIB. Sawah yang digarap berada di Blok Gunung Damar, sekitar 5 kilometer dari permukiman warga dan berbatasan dengan kawasan hutan Perhutani Paninggaran.

Jariyah, kepala desa, mengungkapkan, “Biasanya beliau pulang sekitar jam 5 sore. Tapi hari itu tidak pulang, sehingga keluarga menyusul ke sawah untuk mencarinya.”

Keluarga yang melakukan pencarian menemukan bekal makanan korban masih utuh. Pakaian korban juga ditemukan berserakan di lokasi. Mereka kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian. Pencarian massal pun dilakukan, dan informasi hilangnya korban disiarkan oleh masjid setempat.

Hingga 02.00 WIB pada hari Minggu dini hari, keberadaan korban belum ditemukan. Keluarga akhirnya melaporkan hilangnya Solihin ke polisi. Rencananya, tim gabungan relawan, BPBD, hingga PMI sempat bersiap melakukan pencarian lanjutan pada Minggu pagi.

Namun, sekitar 07.30 WIB, warga justru mendapatkan kabar bahwa Solihin telah ditemukan di area persawahan Desa Bubak, berjarak sekitar 6-7 kilometer dari lokasi lahan pertaniannya.

Jariyah melaporkan, “Posisi saat itu Pak Solihin sudah dalam kondisi lemas, wajahnya sudah pucat, dan tubuhnya penuh dengan luka goresan yang diduga akibat goresan rumput-rumput liar atau taman perdu liar.”

Melihat kondisinya yang sudah lemas, dengan bantuan mobil Polsek Kandangserang, Solihin dibawa ke Puskesmas Kandangserang untuk mendapatkan perawatan medis, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kajen.

Hilang misterius dan ditemukan di lokasi cukup jauh membuat warga bertanya-tanya. Jariyah mengakui bahwa sawah yang digarap Solihin dikenal warga sawah yang wingit atau singit. Bahkan beredar kabar korban dibawa makhluk halus.

“Ya, sawah tempat Pak Solihin mengolah sawahnya itu memang terkenal dengan ‘wingit’ atau ‘singit’. Hilangnya Pak Solihin memicu mitos yang berkembang dan obrolan di tengah masyarakat setempat bahwa Pak Solihin dibawa ‘Wewe’,” kata Jariyah.

Beberapa tahun silam, di lokasi yang sama pernah terjadi peristiwa serupa di mana seorang warga hilang dan hingga kini belum ditemukan.

Kapolsek Kandangserang, Iptu Slamet Riyadi, pada 5 April 2026 menjelaskan, sebelumnya dilaporkan seorang petani hilang di lokasi pertaniannya sejak Sabtu sore dan baru ditemukan Minggu pagi, setelah dilakukan upaya pencarian warga.

“Benar, Minggu pagi, telah ditemukan korban hilang atas nama Bapak Solihin. Korban ditemukan oleh warga di area persawahan Desa Bubak. Saat ditemukan, kondisi korban sangat lemah dan linglung,” kata Slamet.

Polisi menduga luka tersebut berasal dari gesekan dengan rumput liar atau semak belukar, bukan akibat kekerasan. Korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, korban tengah dirawat di RS Kajen, dalam kondisi linglung, belum bisa dimintai keterangan.

Berhubung isu korban sempat dibawa makhluk halus, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan. “Kami minta warga tetap tenang dan tidak mengaitkan dengan hal-hal yang belum tentu benar. Fokus saat ini adalah pemulihan kondisi korban,” tegas Slamet.

Polisi juga mengingatkan para petani agar lebih waspada, terutama saat bekerja di lokasi yang jauh dari permukiman.

Kasus ini menyoroti risiko kerja di lahan pertanian yang terletak jauh dari rumah. Masyarakat setempat menunjukkan solidaritas tinggi, dengan bantuan relawan, lembaga, dan aparat. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan cepat dalam situasi darurat di daerah pedesaan.

Solihin hilangPencarian massalSawah wingitRSUD KajenMakhluk halusPolisiKesiapsiagaan darurat

Komentar

Memuat komentar...