Petani Tambak Glagah Kehilangan 80% Hasil Panen Akibat Banjir

Dewi M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 38 dibaca
Bisik.id
Petani Tambak Glagah Kehilangan 80% Hasil Panen Akibat Banjir

Gambar atau konten salah?

Petani tambak di Kecamatan Glagah, Lamongan, mengalami kerugian besar akibat banjir berkepanjangan dan kekurangan pupuk. Hasil panen menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Banjir yang merendam kawasan tambak di Glagah sudah mulai surut, namun prosesnya memakan waktu hampir satu tahun. Kondisi ini langsung memengaruhi produksi ikan para petani. Selain menghambat pertumbuhan ikan, banjir membuat banyak hasil budidaya tidak dapat dipanen secara optimal.

“Banjirnya kan berlangsung lama sehingga ikan-ikan tidak bisa berkembang,” kata Nur Komariyah, salah satu petani tambak, kepada wartawan pada 10 April 2026.

Akibatnya, Komariyah mengungkapkan, produksi tambak menurun signifikan hingga sekitar 50 % dari kondisi normal. Ia mengaku hasil panen saat ini jauh dari harapan karena ikan yang dipanen berukuran kecil dan tidak sesuai standar pasar. “Hasilnya jombrot (hancur-hancuran), ikannya segini-segini (sambil menunjukkan ikan bandeng) karena kurang pupuk. Ditambah lagi banjir hampir setahun nggak surut-surut. Rugi besar, nggak bisa dihitung lagi,” ujarnya.

Komariyah menjelaskan bahwa selain banjir, kelangkaan pupuk tambak menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan ikan. Menurutnya, jatah pupuk yang tersedia sangat terbatas. Ia menambahkan, “Saya harap pemerintah bantu tambahin pupuk untuk petani tambak. Saya nggak minta gratis, saya mau beli yang penting barangnya ada.”

Petani juga mengeluhkan harga jual ikan yang menurun di pasaran. Kondisi ini semakin memperparah kerugian yang dialami. “Masa ikan tombro yang meskipun besar-besar tapi harganya hanya Rp 9 ribu per kilogram, bandeng kalau kecil-kecil gini juga murah harganya,” akunya.

Secara keseluruhan, kerugian petani tambak di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 80 % hingga 90 % dari kondisi normal, jika dihitung dari penurunan hasil panen dan harga jual. Para petani tambak di Glagah berharap adanya perhatian pemerintah, terutama dalam penyediaan pupuk tambak serta solusi penanganan banjir, agar usaha mereka dapat kembali berjalan normal.

Kerugian yang dialami petani tambak di Glagah menyoroti betapa pentingnya dukungan pemerintah dalam menyediakan sumber daya dan mitigasi bencana, sehingga produksi pertanian lokal dapat dipertahankan.

Petani tambakGlagahBanjirPupukKerugianProduksi ikanPemerintah

Komentar

Memuat komentar...