Petani Tewas Tersengat Jebakan Tikus Beraliran Listrik Blora

Fajar H. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Petani Tewas Tersengat Jebakan Tikus Beraliran Listrik Blora

Gambar atau konten salah?

Di sawah Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, seorang petani bernama Jasmin (46) ditemukan tewas. Ia tergeletak di tepi pematang sawah, terlentang menindih kawat jebakan tikus beraliran listrik.

Menurut Kapolsek Jepon, Iptu Moh Junaidi, korban ditemukan pada 22 April 2026 setelah kejadian pada 21 April 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Saksi, warga setempat Widodo Lestari dan Sakijan, melaporkan bahwa korban sudah tidak bernapas ketika mereka menemukannya.

Jasmin sendiri menempatkan perangkap tikus di sekeliling sawah. Kawat tersebut dipasang dengan jarak 50 cm dari pematang dan tingginya 15 cm dari tanah. Petugas Polsek Jepon, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tim medis RS PKU Muhammadiyah Blora segera datang ke TKP dan memindahkan jenazah ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda kekerasan. Dokter menemukan luka lecet di jari telunjuk tangan kanan Jasmin, yang diduga akibat sengatan listrik. Tubuhnya dalam keadaan kaku. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik, jelas Junaidi.

Barang bukti yang diamankan terdiri dari satu kaus lengan panjang abu‑abu dan satu celana pendek hitam milik Jasmin. Jenazah kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Bangsri mewakili keluarga untuk dimakamkan.

Junaidi mengimbau warga untuk tidak memasang jebakan tikus beraliran listrik di pematang sawah. “Kami mengimbau warga tidak memasang jebakan tikus beraliran listrik karena membahayakan nyawa. Sudah banyak kejadian serupa. Kami minta masyarakat hentikan penggunaan setrum untuk hama tikus,” ujarnya.

Insiden ini menegaskan risiko penggunaan listrik dalam upaya mengendalikan hama di ladang. Warga disarankan mencari metode alternatif yang lebih aman untuk melindungi diri dan lingkungan.

Jasminjebakan tikus listrikpemetang sawahBloraKapolsek Jeponrisiko listrikalternatif pengendalian hama

Komentar

Memuat komentar...