Petir Megaflash 829 km Rekor Terpanjang Terbukti di AS

Rudi H. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Petir Megaflash 829 km Rekor Terpanjang Terbukti di AS

Gambar atau konten salah?

Sebuah kilatan cahaya raksasa baru saja tercatat di Amerika Serikat, menembus jarak 515 mil atau 829 km, menghubungkan wilayah Texas bagian timur dengan Kansas City di Missouri.

Fenomena ini disebut petir megaflash, dan menjadi rekor terpanjang yang pernah didokumentasikan dalam sejarah manusia.

Rekor sebelumnya tercatat pada 01 April 2020 dengan jarak 767 km, sehingga sambaran ini secara otomatis menumbangkan catatan lama.

“Kami menyebutnya petir megaflash dan kami baru sekarang memahami mekanisme bagaimana dan mengapa hal itu terjadi,” kata Randy Cerveny, profesor di Arizona State University, dalam sebuah pernyataan.

Menurut definisi, sambaran petir biasa menempuh jarak kurang dari 16 km. Untuk dikategorikan megaflash, panjangnya harus minimal 100 km.

Megaflash biasanya lahir dari badai ekstrem yang bertahan setidaknya 14 jam atau lebih, namun hanya sekitar 1 persen badai petir yang mampu menghasilkan fenomena ini.

Randy Cerveny dan timnya memanfaatkan satelit GOES-16 milik NOAA, yang mampu memetakan hingga satu juta sambaran petir per hari dengan presisi tinggi.

“Satelit cuaca kami membawa peralatan deteksi petir yang sangat akurat yang dapat kami gunakan untuk mendokumentasikan hingga milidetik saat kilatan petir dimulai dan seberapa jauh jangkauannya,” ujar Cerveny.

Satelit canggih ini dapat mendokumentasikan hingga milidetik saat kilatan petir dimulai dan seberapa jauh jangkauannya, menambah pemahaman ilmiah tentang mekanisme petir.

Rekor ini menegaskan bahwa meski jarak petir biasanya singkat, kondisi atmosfer tertentu dapat memicu sambaran yang sangat panjang. Penelitian ini membuka peluang lebih lanjut untuk memahami dinamika badai ekstrem dan meningkatkan sistem peringatan dini bagi wilayah yang rawan.

petir megaflashsatellit GOES-16badai ekstremTexas-Kansas Cityjarak 515 milRandy Cervenysistem peringatan dini

Komentar

Memuat komentar...