Petis di Koper Jemaah Haji Terbuka di Bandara AMAA

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Petis di Koper Jemaah Haji Terbuka di Bandara AMAA

Gambar atau konten salah?

Di Bandara Internasional Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) di Madinah, satu koper jemaah haji asal Indonesia terpaksa dibuka setelah petugas X‑ray mencurigai isi barang. Saat melewati pemindaian, sistem menandai koper tersebut karena tampak berisi petis, bumbu dapur khas Indonesia.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan manual. Hasilnya, koper memang berisi petis. Tidak ada barang berbahaya yang ditemukan. Namun, pengemasan yang dianggap tidak lazim membuat petugas bandara merasa perlu memeriksa lebih lanjut.

Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja Bandara, menjelaskan situasinya. “Kondisi hari ini agak unik ya. Ada satu jemaah yang kopernya terpaksa dibongkar oleh petugas X‑ray karena kedapatan membawa petis dalam jumlah yang banyak. Dikemas dalam kemasan yang menurut mereka (petugas) mungkin terlalu mencurigakan,” katanya saat ditemui di AMAA pada Senin, 27 April 2026.

Ia menambahkan, “Kepadatan dan bentuk bahan organik seperti petis yang dibungkus berlapis‑lapis dapat menimbulkan citra ambigu pada mesin X‑ray. Hal ini memicu petugas untuk melakukan pemeriksaan manual guna memastikan keamanan.”

Abdul Basir menegaskan bahwa petis tersebut tidak disita. “Abdul Basir memastikan, meski sempat tertahan petugas bandara, petis tersebut tidak disita. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan diberikan penjelasan oleh petugas haji Indonesia, barang tersebut akhirnya diizinkan untuk dibawa kembali oleh jemaah.”

Ia juga menegaskan, “Karena petis itu memang kategori makanan biasa, kategori makanan tradisional, oleh petugas X‑ray diberikan (dikembalikan) setelah ada penjelasan dari kita.”

“Ia juga menegaskan bahwa faktor kemasan menjadi penyebab utama koper tersebut dibongkar, bukan semata karena jumlah barang yang dibawa.”

Proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah terus berlangsung. Hingga saat ini, sudah tercatat 89 kloter dengan total 34.652 jemaah yang tiba untuk menjalankan rangkaian ibadah haji 2026.

Keputusan membuka koper ini menunjukkan betapa pentingnya prosedur keamanan di bandara internasional. Meskipun petis adalah makanan tradisional, cara pengemasannya dapat menimbulkan keraguan bagi petugas X‑ray, sehingga memicu pemeriksaan lebih mendalam. Setelah penjelasan, barang tersebut diizinkan kembali, menegaskan bahwa keamanan tidak mengorbankan hak jemaah untuk membawa makanan khas.

Bandara Internasional Mohammad bin AbdulazizpetisX‑ray bandarapengemasan tidak lazimjemaah hajipemeriksaan manualkeamanan bandaramakanan tradisional Indonesia

Komentar

Memuat komentar...