Petronas Jadi Importir BBM, Pasokan Terbatas Sampai Mei 2026

Ika P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 140 dibaca
Bisik.id
Petronas Jadi Importir BBM, Pasokan Terbatas Sampai Mei 2026

Gambar atau konten salah?

Di tengah krisis energi global yang dipicu blokade Selat Hormuz oleh Iran, negara-negara di Asia Tenggara mulai merasakan dampak. Malaysia, yang sebelumnya dianggap cukup mandiri, kini harus menyesuaikan strategi pasokan BBM.

Perlu diketahui, Petronas kini beralih menjadi importir murni. Petronas kini menjadi importir murni, kita perlu beli minyak. Pasokan untuk April dan Mei mencukupi, tetapi untuk Juni masih belum pasti, kata Anwar Ibrahim saat meresmikan Program Madani Rakyat Perak 2026 (4/4). Ia menegaskan bahwa pasokan BBM Petronas hanya cukup sampai Mei 2026.

Perubahan status Petronas menjelaskan mengapa Malaysia tetap rentan terhadap tekanan pasokan energi global. Sebelumnya, perusahaan minyak nasional ini berperan sebagai eksportir, namun kini harus mengimpor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dalam pidatonya, Anwar menekankan pentingnya kerja sama antar pihak. Ia mengajak semua pihak memahami realitas saat ini dan mencari solusi bersama agar pasokan energi negara tetap stabil.

Di sisi lain, Tan Sri Tengku Muhammad Taufik Tengku Aziz, Presiden dan CEO Grup Petronas, menegaskan bahwa Malaysia masih memiliki pasokan minyak mentah relatif cukup dibanding negara ASEAN lainnya. Ia menyebutkan bahwa hampir 40% impor minyak mentah Malaysia melewati Selat Hormuz, sedangkan hampir 90% bagi negara-negara Asean lainnya.

Petronas juga mengakui penurunan produksi minyak mentah domestik. Pada dekade 1990-an dan awal 2000-an, Malaysia memproduksi lebih dari 700.000 barel per hari. Saat ini, produksi diperkirakan sekitar 350.000 barel per hari. Sementara itu, sistem penyulingan Petronas memerlukan sekitar 700.000 barel per hari untuk memenuhi permintaan bahan bakar domestik, sehingga impor menjadi keharusan.

“Bukan berarti Petronas tidak menyadari (penurunan produksi minyak mentah). Upaya eksplorasi terus dipimpin bersama dengan kontraktor dan investor, tapi yang kami temukan sebagian besar adalah gas alam. Sebagian besar adalah gas alam, dan Malaysia adalah wilayah yang kaya akan gas,”

Dengan fakta tersebut, Malaysia kini berada di persimpangan antara ketergantungan impor dan upaya eksplorasi gas. Tantangan utama adalah memastikan pasokan tetap stabil hingga Mei 2026 sambil menambah cadangan energi alternatif.

PetronasSelat Hormuzpasokan BBMAnwar Ibrahimgas alam

Komentar

Memuat komentar...