Petugas Kebersihan Pekanbaru: 474 Wanita Menjaga Kota Bersih
Gambar atau konten salah?
Sriutami, seorang petugas kebersihan berusia 35 tahun, memulai hari di Pekanbaru sebelum matahari terbit. Dengan sapu lidi di tangan, ia menapaki jalan-jalan yang masih gelap, menjemput sampah yang tertinggal di sudut-sudut kota. Pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas; bagi Sriutami, itu adalah cara menjaga wajah Kota Bertuah tetap bersih.
Setiap pagi, Sriutami mengumpulkan sampah, menaruhnya ke dalam kresek hitam, lalu melanjutkan ke titik berikutnya sesuai wilayah tugasnya. Ia menelusuri jalanan di tengah guguran daun, menyingkirkan tumpukan sampah yang menutupi trotoar. Tugas ini telah menjadi bagian dari hidupnya selama tujuh tahun, sejak ia memulai karier di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru.
“Sudah sejak 2019 lalu saya kerja. Waktu anak masih kecil sampai sekarang punya adik,” ujar Sriutami ketika ditemui di Jalan Cut Nyak Dien. Ia tidak pernah memilih pekerjaan berdasarkan gengsi; ia menolak semua pilihan yang tidak sesuai dengan prinsip kerja ikhlas dan halal yang ia tanamkan pada keluarga. Tanggung jawabnya adalah menjaga lingkungan, dan ia melakukannya dengan tekun selama tujuh tahun terakhir.
Perhatian terhadap petugas kebersihan meningkat ketika Agung Nugroho, Wali Kota Pekanbaru, mengumumkan bahwa seluruh petugas kebersihan akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Dengan rompi biru oranye, Sriutami mengekspresikan kebanggaannya bekerja di Dinas LHK Pekanbaru. Ia merasa senang ketika melihat jalanan dan taman bersih setelah tugasnya selesai.
“Bau sampah dan trik matahari bukanlah masalah bagi kami. Lihat jalanan bersih saja kadang sudah senang, apalagi kalau perempuan kan memang kerjanya beesih-bersih juga di rumah,” kata Sriutami sambil tersenyum. Ia mengakui bahwa peran perempuan dalam menjaga lingkungan bukan hal baru. Sejak di rumah, perempuan sudah memisahkan sampah rumah tangga dan memastikan lingkungan tetap sehat.
Peran Sriutami dan 700 petugas kebersihan lainnya menjadi motor perubahan dalam menjaga lingkungan. Mereka mencontoh semangat Raden Ajeng Kartini, pelopor kebangkitan perempuan. Sriutami menjadi bukti nyata bahwa perempuan dapat bekerja tanpa banyak bicara, tetapi dengan sapu lidi menjaga kebersihan kota.
“Kalau semua bekerja kantoran, lalu siapa yang bertugas menjaga kebersihan. Tentu semua sudah ada perannya, kami di sini untuk melengkapi agar Kartini juga hadir di semua bidang. Kami memilih mengambil peran untuk menjaga lingkungan,” ungkap Sriutami. Ia menekankan bahwa emansipasi tidak harus terlihat, melainkan dilakukan melalui tindakan nyata.
Ia berharap masyarakat juga dapat mengambil peran serupa: menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan memilah sampah di rumah. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru, Reza Aulia, terdapat lebih dari 700 petugas kebersihan di Pekanbaru, dengan 474 perempuan, atau lebih dari setengahnya.
“Petugas kebersihan total sekitar 700-an. Perempuan itu ada 474 atau lebih dari setengahnya,” kata Reza. Di Hari Kartini ini, ia mengajak seluruh masyarakat, terutama perempuan, menjadi pelopor kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Saatnya perempuan menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Bersih hari ini, sehat untuk masa depan. Saya percaya perempuan memiliki peran strategis dalam membangun budaya bersih, mengurangi sampah, dan menjaga bumi tetap hijau,” tambah Reza.
Dengan dukungan mayor dan kepala dinas, petugas kebersihan seperti Sriutami terus menorehkan perubahan kecil namun signifikan di jalan-jalan Pekanbaru. Mereka menunjukkan bahwa kebersihan bukan sekadar tugas, melainkan wujud nyata dari semangat Kartini yang tetap hidup di setiap sudut kota.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Habonaron: Kepercayaan Asli Simalungun yang Masih Hidup
Rekrutmen Bintara TNI AL Gelombang III 2026: Daftar Sekarang
Pemadaman Listrik Medan Akibat Hujan Deras, PLN Pengerjaan
Banjir di Jalan Meteorologi: Kendaraan Terjebak Tinggi Paha
