PG Ngadirejo Buka Musim Giling 2026 dengan Manten Tebu

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 108 dibaca
Bisik.id
PG Ngadirejo Buka Musim Giling 2026 dengan Manten Tebu

Gambar atau konten salah?

PG Ngadirejo di Kediri membuka musim giling tebu 2026 dengan prosesi sakral Manten Tebu pada 02 Mei 2026. Tradisi mengarak sepasang batang tebu berhias layaknya pengantin menandai dimulainya operasional penggilingan sekaligus menjadi simbol doa dan rasa syukur.

“Pabrik gula Ngadirejo melaksanakan kegiatan selamatan giling dengan diawali prosesi Tebu Manten. Kita uri-uri budaya leluhur sekaligus ucapan rasa syukur kita awali pelaksanaan giling tebu 2026. Makna tebu itu anteping kalbu, bagaimana mengucap bismillah untuk giling 2026 mencapai sukses pabrik gula Ngadirejo,” kata Wayan Mei Purwono, General Manager PG Ngadirejo, kepada detikJatim pada hari Sabtu.

Musim giling tahun ini, PG Ngadirejo menargetkan pengolahan tebu mencapai 11 juta kuintal dengan produksi gula sebesar 80.000 ton. Target tersebut meningkat sekitar 10.000 ton dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 70.000 ton. Untuk mencapai target, pabrik akan beroperasi selama kurang lebih 200 hari. Sebanyak 900 pekerja disiagakan dalam tiga shift, didukung 500 sopir untuk distribusi tebu dari kebun ke pabrik.

Manajemen juga mengantisipasi dampak operasional terhadap masyarakat sekitar, terutama terkait kebisingan dan potensi kepadatan lalu lintas mengingat lokasi pabrik berada di jalur nasional. “Kami memohon maaf kepada masyarakat jika nantinya muncul kebisingan atau gangguan lalu lintas. Kepada para sopir, kami berpesan agar selalu tertib dan tidak ugal-ugalan di jalan raya demi keselamatan bersama,” tambah Wayan.

Di balik target besar itu, nasib petani menjadi kunci. Sebanyak 90 persen bahan baku tebu PG Ngadirejo dipasok dari petani mitra, totalnya mencapai 1.015 petani binaan yang tersebar di tiga wilayah utama. Kediri menyumbang porsi terbesar yakni 50 persen, disusul Blitar 30 persen, dan Malang 20 persen.

PG Ngadirejo mengaku tidak sekadar membeli tebu petani. Pembinaan dilakukan dari hulu ke hilir, mulai persiapan lahan, biaya garap, hingga penjualan hasil demi memastikan petani tidak menanggung kerugian. Sebagai langkah lanjutan, pada 08 Mei 2026 dijadwalkan koordinasi bersama para petani mitra untuk membahas analisis harga gula, rendemen, dan sistem bagi hasil musim ini.

Sementara batang-batang tebu pengantin itu diarak menuju gilingan, harapan pun turut serta, bahwa anteping kalbu, kemantapan hati, akan mengantarkan PG Ngadirejo melewati 200 hari ke depan dengan gemilang.

Tradisi Manten Tebu tidak hanya menjadi upacara, melainkan warisan budaya leluhur yang terus dijaga. Dengan target produksi yang meningkat dan dukungan intensif kepada petani, pabrik ini berupaya menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan sosial di wilayah sekitarnya.

PG NgadirejoGiling TebuManten TebuTarget ProduksiPetani Mitra

Komentar

Memuat komentar...