PHK Januari–April 2026 turun drastis, hanya 15.425 orang

Bambang W. · 2 min baca · 25 hari lalu · 63 dibaca
Bisik.id
PHK Januari–April 2026 turun drastis, hanya 15.425 orang

Gambar atau konten salah?

JakartaKementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan data terbaru tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada periode Januari–April 2026. Menurut data yang dipublikasikan di situs Satudata Kemnaker, jumlah PHK pada periode tersebut mencapai 15.425 orang.

“Pada periode Januari sama April 2026 terdapat 15.425 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP,” tertera di situs tersebut, dikutip pada Sabtu, 09 Mei 2026. Data ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbandingan dengan tahun lalu mengungkapkan bahwa PHK pada Januari–April 2025 mencapai 39.092 orang. Angka ini menandakan penurunan drastis, menegaskan bahwa kondisi pasar tenaga kerja mengalami perubahan positif.

Sebelum mengungkapkan data, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menyampaikan bahwa situasi ekonomi global masih penuh tantangan akibat perang dan gejolak geopolitik. Ia menegaskan bahwa pemerintah meminta semua pihak tetap tenang menghadapi situasi tersebut.

“Ya, sekarang ini kita sedang menghadapi situasi yang memang global, ya. Artinya, pemerintah tetap waspada menyikapi akan terjadinya dampak situasi perekonomian. Pertama karena perang, kemudian juga ada masalah soal globalisasi yang luar biasa,” jelas Afriansyah di Jakarta.

Afriansyah menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengimbau industri untuk tetap tenang dan tidak perlu takut. Ia berkata, “Jadi, kita tetap tenang di bawah kepemimpinan Bapak Presiden. Dan jelas kemarin Presiden juga mengimbau agar semua industri juga tetap menghadapinya dengan situasi yang tenang. Jadi, tidak usah perlu takut lah, gitu,” tuturnya.

Data PHK ini memberikan gambaran bahwa meski tantangan global masih ada, langkah-langkah kebijakan dan kepemimpinan yang tenang dapat membantu menstabilkan pasar tenaga kerja. Dengan penurunan angka PHK, sektor industri menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

PHKKementerian KetenagakerjaanSatudataPenurunanPasar tenaga kerjaGejolak geopolitikPrabowo Subianto

Komentar

Memuat komentar...