Piala Dunia 2026: Penundaan Panjang akibat Badai Petir di AS

Ani R. · 1 min baca · 58 menit lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Piala Dunia 2026: Penundaan Panjang akibat Badai Petir di AS

Gambar atau konten salah?

Para penonton Piala Dunia 2026 harus siap-siap menyaksikan penundaan yang bikin pertandingan lama kelarnya.

Cuaca menjadi salah satu isu utama dalam gelaran Piala Dunia 2026, khususnya di Amerika Serikat.

Pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025 tahun lalu, yang sekaligus jadi ajang pemanasan untuk Piala Dunia, terjadi banyak penundaan terkait cuaca.

Setidaknya ada enam pertandingan yang mengalami penundaan dengan durasi beragam, mulai 46 menit hingga 2 jam.

Penyebab utamanya adalah badai petir, dan Amerika Serikat punya protokol khusus.

Pertandingan harus langsung dihentikan dan ditunda 30 menit jika terdeteksi petir dalam jarak 8 mil atau sekitar 13 km.

Jika tidak ada petir dalam jendela waktu tersebut, pertandingan bisa dilanjutkan; namun bila petir terdeteksi kembali, penundaan dimulai lagi dari awal.

Kota-kota dengan ancaman penundaan terbesar ada di Miami, New Jersey, Philadelphia, Boston, Kansas City, Dallas, dan Houston.

Sementara Los Angeles, Seattle, dan San Fransisco relatif lebih aman, suhu udaranya juga lebih ramah dibandingkan pesisir timur yang panas dan lembap.

Piala Dunia 2026 akan dimulai pada Kamis 11 Juni 2026 waktu Meksiko, atau Jumat 12 Juni 2026 dini hari WIB.

Ini akan menjadi edisi pertama yang melibatkan 48 tim, bertambah dari biasanya 32 tim.

Dengan protokol cuaca ini, penonton di stadion harus siap menyesuaikan jadwal yang berubah-ubah, sementara penyelenggara berusaha meminimalkan dampak dengan sistem pengawasan real time.

Penundaan panjang dapat mempengaruhi strategi tim, kelelahan pemain, dan pengalaman penonton.

Situasi ini menegaskan pentingnya protokol cuaca yang ketat dalam menjaga keselamatan dan kelancaran turnamen.

Meskipun penundaan dapat mengganggu, sistem ini dirancang untuk melindungi semua pihak.

Piala Dunia 2026CuacaPenundaanBadai PetirProtokol Cuaca48 TimAmerika Serikat

Komentar

Memuat komentar...