Pinjaman Online 100,69 Triliun, Pertumbuhan 25,75% 2026

Ani R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Pinjaman Online 100,69 Triliun, Pertumbuhan 25,75% 2026

Gambar atau konten salah?

Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengungkapkan data terbaru tentang pinjaman online di Indonesia. Menurut laporan bulanan, total utang masyarakat pada layanan Peer to Peer (P2P) Lending atau pinjaman online mencapai Rp 100,69 triliun pada 1 Februari 2026.

Angka ini naik 25,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 1 Januari 2026, total utang masih berada di level Rp 98,54 triliun. “Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Februari 2026 tumbuh 25,75% year-on-year dengan nilai nominal sebesar Rp 100,69 triliun,” kata Agusman dalam konferensi pers hasil RDKB Maret 2026 secara daring, Senin, 6 April 2026.

Selain volume, OJK juga melaporkan tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending. Pada 1 Februari 2026, nilai tersebut berada di posisi 4,54%, naik dari 4,38% bulan sebelumnya. “Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 berada di posisi 4,54%” paparnya.

Berbeda sektor, industri pergadaian menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Pada 1 Februari 2026, realisasi pembiayaan industri pergadaian meningkat 61,78% year-on-year menjadi Rp 152,4 triliun. Nilai aset industri pergadaian juga melonjak secara bulanan dari Rp 171,07 triliun menjadi Rp 182,71 triliun. “Pembiayaan terbesar di industri pergadaian ini disalurkan dalam bentuk produk gadai yaitu sebesar Rp 126 triliun atau 83,01% dari total pembiayaan yang disalurkan oleh industri pergadaian,” ujarnya.

Di sisi modal ventura, pembiayaan pada 1 Februari 2026 tumbuh 0,78% year-on-year dengan nilai Rp 16,46 triliun. Nilai aset industri modal ventura juga naik secara bulanan menjadi Rp 27,63 triliun.

Data ini menunjukkan bahwa sektor pinjaman daring dan pergadaian terus berkembang, meski risiko kredit tetap menjadi perhatian utama bagi regulator.

OJKpinjaman onlineP2P Lendingrisiko kreditindustri pergadaianmodal venturaoutstanding pembiayaan

Komentar

Memuat komentar...