PMII Sidoarjo Dorong 80% Tenaga Kerja Lokal di Industri

Sinta R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
PMII Sidoarjo Dorong 80% Tenaga Kerja Lokal di Industri

Gambar atau konten salah?

Menjelang peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026, mahasiswa yang tergabung di Persatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Sidoarjo menyoroti sejumlah isu krusial. Mulai dari kesejahteraan buruh hingga efektivitas program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Kepala umum PC PMII Sidoarjo, M. Alfien Ananta, mengatakan bahwa isu utama yang diangkat dalam momentum May Day tahun ini tetap berkaitan dengan persoalan ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa “Kami mengatensi kepada Pemkab Sidoarjo bagaimana nantinya Perda bisa mengakses berapa persen masyarakat Sidoarjo ini yang harus bekerja di pabrik-pabrik industri di Sidoarjo,” kepada detikJatim, Kamis 30 April 2026.

Menurutnya, belum ada aturan yang secara spesifik mengatur proporsi tenaga kerja lokal di kawasan industri Sidoarjo. Ia menekankan target minimal 80% tenaga kerja diisi oleh masyarakat setempat, dan menegaskan, “Kalau itu bisa diakses, target kami minimal 80% tenaga kerja diisi masyarakat Sidoarjo.”

Selain itu, PMII juga menyoroti persoalan buruh terkait upah. Alfien menyebut masih banyak pekerja yang belum menerima gaji secara layak, bahkan terdapat tunggakan pembayaran upah di sejumlah perusahaan. Ia menambahkan, “Masih banyak gaji buruh yang belum terealisasi dengan baik, ada tunggakan dan lain sebagainya. Ini yang harus menjadi perhatian serius.”

Tak hanya isu ketenagakerjaan, PMII Sidoarjo juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Alfien menilai program tersebut memiliki tujuan baik, namun implementasinya di lapangan belum maksimal. Ia berkata, “Program MBG ini baik, tapi realisasinya belum berjalan maksimal. Sampai sekarang masih ada sekolah di Sidoarjo yang belum mendapatkan program tersebut.”

Ia berharap program MBG dapat dijalankan lebih tepat sasaran dan transparan tanpa adanya kepentingan pribadi dari pihak tertentu. Selanjutnya, program nasional seperti KDKMP juga menjadi sorotan. Alfien menyebut adanya perbandingan antara pembangunan fasilitas KDKMP dengan kondisi infrastruktur pendidikan yang masih minim. Ia mengungkapkan, “Sempat teman‑teman komentar terkait perbandingan antara kantor KDKMP dengan bangunan sekolah. Artinya miris terkait pendidikan ini masih minim, kemudian kenapa kemudian atensi KDKMP ini kok menjadi intens.”

Meski demikian, PMII Sidoarjo menyatakan akan terus memantau pelaksanaan program tersebut dengan harapan dapat berjalan sesuai tujuan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Ia menutup dengan, “Per hari ini kita masih memantau dan mengawal. Kira‑kira ke depannya KDKMP ini akan berjalan sesuai dengan harapan Pak Presiden dan rakyat atau bagaimana.”

Dengan menyoroti kebijakan tenaga kerja lokal, upah, dan implementasi program sosial, PMII Sidoarjo menegaskan peran mahasiswa dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Fokus mereka pada 80% tenaga kerja lokal dan transparansi program menunjukkan upaya konkret untuk meningkatkan kesejahteraan buruh di wilayah Sidoarjo.

Hari BuruhPMII Sidoarjotenaga kerja lokalMakan Bergizi GratisKoperasi Desa/Kelurahan Merah Putihupah buruhtunggakan gajikesejahteraan buruh

Komentar

Memuat komentar...