Polda Jawa Barat Amankan Jalur Wisata Pasca Lebaran
Gambar atau konten salah?
Polda Jawa Barat tidak hanya memusatkan perhatian pada pengamanan arus mudik, tapi juga mulai mengalihkan fokus ke pengamanan jalur wisata pada H+1 Lebaran. Langkah ini diambil karena mobilitas masyarakat menuju berbagai destinasi wisata di wilayah Jawa Barat meningkat.
Di Exit Tol Pasteur, sekitar pukul 12.00 WIB pada 22 Maret 2025, lalu lintas terlihat ramai namun tidak ada antrean di dalam tol. Namun, kepadatan muncul di lampu lalu lintas Pasteur yang mengarah ke Flyover Kusumaatmadja. Kendaraan yang menuju pusat Kota Bandung lebih sedikit dibandingkan kendaraan dengan pelat nomor luar kota yang turun dari flyover dan mengarah ke Jalan Setiabudi atau ke kawasan wisata Lembang.
Data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar menunjukkan peningkatan signifikan mobilitas masyarakat, khususnya menuju destinasi wisata di berbagai wilayah Jawa Barat.
Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan bahwa pasca-Lebaran pengamanan difokuskan pada lima klaster utama: tempat ibadah, penyeberangan dan bandara, jalur tol, jalur arteri dan perkotaan (alperi), serta kawasan wisata. “Terjadi peningkatan arus kendaraan hingga 30 persen di sejumlah tempat wisata. Kondisi ini diprediksi akan berlanjut bahkan meningkat pada hari kedua, seiring tingginya aktivitas silaturahmi dan pergerakan wisata masyarakat, termasuk para pemudik yang telah tiba di kampung halaman,” kata Rudi dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa pengamanan jalur wisata difokuskan pada sejumlah titik krusial di berbagai daerah, seperti Bandung, Bogor, hingga Pangandaran. “Sejumlah lokasi wisata menjadi perhatian khusus aparat kepolisian karena tingginya tingkat kunjungan, di antaranya kawasan Puncak yang meliputi Taman Safari, Lembang, Ciwidey, hingga Pantai Pangandaran. Kepadatan di titik-titik tersebut telah diantisipasi melalui peningkatan pengamanan sejak awal libur Lebaran,” ungkapnya.
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono menyampaikan bahwa sejumlah strategi telah disiapkan untuk mengurai potensi kemacetan di jalur wisata. “Selain penempatan personel di titik-titik rawan (ploting statis), juga disiagakan tim urai kemacetan yang bergerak secara mobile. Penggunaan teknologi drone turut dioptimalkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan mengidentifikasi penyebab kepadatan secara cepat dan akurat,” jelasnya.
Polda Jabar juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa delaying system atau penundaan arus sebelum pemberlakuan sistem satu arah (one way). “Strategi ini dinilai efektif, khususnya di kawasan Puncak, untuk mengatur volume kendaraan dari dua arah secara bergantian sehingga mengurangi kepadatan,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Polda Jawa Barat berupaya menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur wisata pasca Lebaran, memastikan para wisatawan dan pemudik dapat menikmati perjalanan tanpa hambatan di destinasi populer seperti Puncak dan Lembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
