Polda Sumsel dan APHI Latih Personel Pencegahan Karhutla
Gambar atau konten salah?
Polda Sumsel dan APHI mengadakan pelatihan pencegahan dan penanggulangan karhutla di Palembang. Tujuannya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran gambut.
Pelatihan berlangsung pada 20 Mei 2026, 21 Mei 2026 dan 22 Mei 2026 di Jakabaring Sport City (JSC). Peserta terdiri dari jajaran polres Sumsel, TNI, BPBD, manggala agni, regu penanggulangan kebakaran (RPK) perusahaan, dan pihak terkait lainnya.
Menurut Kepala Operasi (Karops) Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, wilayah gambut di Sumsel memiliki tingkat kerawanan tinggi. Ia menekankan perlunya pemahaman khusus tentang pola pencegahan dan penanganan karhutla. “Gambut di Sumsel cukup luas dan kita harus mengetahui cara-cara penanganan kebakaran di areal gambut dengan berbagai karakteristiknya. Saat ini perusahaan mitra APP Group juga telah memiliki alat untuk menilai potensi karhutla berdasarkan tingkat kerawanan di lahan gambut,” kata Anis.
Dia menambahkan harapan pelatihan dapat meningkatkan kapasitas personel dan membuka wawasan peserta sebelum turun langsung ke lapangan. “Sejak awal harus kita lakukan pencegahan dini. Kadang kala ada masyarakat yang membuka lahan dengan membakar dan apabila api merambat ke lahan gambut akan sangat sulit dipadamkan,” ujarnya.
Ketua Umum APHI Soewarso menegaskan bahwa kebakaran lahan gambut bukan sekadar persoalan api. Ia menyebutnya berkaitan dengan tata kelola, hidrologi gambut, perilaku masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. “Karhutla di lahan gambut bukan hanya persoalan api, tetapi juga persoalan tata kelola, perilaku, hidrologi gambut, dan keberlanjutan masa depan Indonesia,” kata Soewarso.
Soewarso menjelaskan langkah prioritas pengendalian karhutla, antara lain:
- Penguatan monitoring tinggi muka air tanah (TMAT)
- Optimalisasi early warning system
- Patroli terpadu
- Pelibatan masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Desa Makmur Peduli Alam (DMPA)
Ia menambahkan pentingnya integrasi data lintas lembaga dan edukasi publik berkelanjutan untuk memperkuat mitigasi karhutla.
Menurut Soewarso, ancaman karhutla pada 2026 diperkirakan meningkat akibat fenomena El Nino ekstrem yang dapat menyebabkan kemarau panjang dan kekeringan di wilayah rawan gambut.
Soewarso juga mengapresiasi tiga perusahaan anggota APHI Sumsel—PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, dan PT Rimba Hutani Mas—yang menerima penghargaan dari Polda Sumsel atas dedikasi dalam pencegahan dan pengendalian karhutla.
Ketua Komandan APHI Sumsel Iwan Setiawan menegaskan bahwa perusahaan anggota akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, serta pemangku kepentingan lain. Ia menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk kesiapsiagaan menghadapi kemarau dan meminimalkan risiko kebakaran, khususnya di kawasan rawan gambut.
“Kami juga mendorong seluruh anggota APHI terus meningkatkan upaya pencegahan karhutla melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar konsesi mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu bencana karhutla. Upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat dan risiko kebakaran dapat ditekan,” imbuhnya.
Pelatihan ini menandai langkah konkret dalam upaya melindungi ekosistem gambut Sumsel. Dengan melibatkan berbagai lembaga dan perusahaan, diharapkan pencegahan karhutla menjadi lebih terkoordinasi dan efektif, mengingat potensi risiko yang meningkat akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Evaluasi CFD Palembang: PKL Dikonfigurasikan di Zona Khusus
Prabowo Tunjuk Nanik Deyang Jadi Kepala BGN, Harap MBG
Pemerintah Sumsel Peringatkan Risiko Penyakit Selama Kemarau
Berita Terbaru
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
