Polisi Grobogan Ungkap Hoaks Pocong Maling di Karangsono

Iwan D. · 3 min baca · 10 hari lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Polisi Grobogan Ungkap Hoaks Pocong Maling di Karangsono

Gambar atau konten salah?

Di wilayah Grobogan, sebuah postingan tentang hantu pocong menjadi viral di media sosial. Salah satu unggahan muncul di grup Facebook bernama Info Juwangi Sendangharjo Karangrayung. Seorang anggota grup menulis, “Maaf dapat info dari istri apa benar ada kejadian poling (pocong maling) di Ds. Karangsono?”

Unggahan itu dilampirkan tangkapan layar percakapan WhatsApp berbahasa Jawa. Percakapan tersebut mengisahkan pocong bersenjata tajam di Karangsono, dan menampilkan video yang diduga menampilkan hantu pocong mengetuk jendela rumah. Waktu dan lokasi video tidak jelas.

Selain itu, akun Instagram @infogrobogan.id memposting dua tangkapan layar status WhatsApp yang menyebut teror hantu pocong di wilayah yang tidak diketahui. Dalam salah satu status, tertulis, “Beredarnya status WhatsApp berisi peringatan tentang 'pocong' yang disebut berkeliaran pada malam hari membuat sebagian warga Grobogan resah.”

Pesan tersebut menggunakan bahasa Jawa dan menyebut pocong datang sekitar pukul 01.00 WIB sambil mengetuk pintu rumah. Penulis mengimbau warga tetap berada di dalam rumah dan tidak mudah membuka pintu bagi orang tak dikenal, karena diduga modus kejahatan.

Ketika dimintai konfirmasi, Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menegaskan bahwa unggahan tersebut merupakan hoaks. “Hoax. Dalam postingan tersebut, daerah Karangsono yang dimaksud yaitu daerah Stasiun Karangsono turut Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan,” ujarnya pada Minggu, 24 Mei 2026.

Arif menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan patroli media sosial dan menemukan video serupa di berbagai platform dengan lokasi yang berbeda. “Bahwa dari hasil penelusuran dari berbagai video yang sama dan diposting di berbagai platform media sosial didapati juga berlokasi di wilayah Magelang,” tambahnya. Ia menyimpulkan bahwa video tersebut mungkin dipakai oleh beberapa akun dengan hanya mengganti narasi caption lokasi.

Menurut Arif, unggahan hantu pocong digunakan oleh sejumlah orang tidak bertanggung jawab untuk mendapat keuntungan pribadi dan menakut-nakuti masyarakat Grobogan. Ia menambahkan, “Terdapat potensi adanya isu hantu pocong cenderung digunakan beberapa akun untuk mencari engagement atau keuntungan finansial di platform media sosial jika viral dan ditonton banyak orang.”

Arif menegaskan bahwa isu hantu pocong dapat dipakai oleh kelompok atau individu yang tidak bertanggung jawab untuk menyebar teror dan keresahan di lingkungan masyarakat Kabupaten Grobogan dan Indonesia pada umumnya. Ia juga menyebut bahwa pihaknya tengah berupaya menangkal isu teror pocong melalui Bhabinkamtibmas. Polisi di desa-desa tersebut kini berperan aktif memberikan edukasi agar warga tidak resah.

“Mengedepankan peran dari Bhabinkamtibmas Polsek jajaran memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak panik dan resah dalam menyikapi beredarnya isu hantu pocong,” pungkas Arif.

Hoax pocong bersajam juga pernah muncul di Magelang. Pocong jadi-jadian itu dinarasikan muncul di beberapa daerah termasuk di Kajoran. Plt Kapolsek Kajoran, AKP Darmawan, menyebut narasi itu sempat membuat geger warga. Warga bahkan berkumpul di rumah tokoh masyarakat untuk berjaga-jaga. Ia memastikan tidak ada laporan pocong bersajam seperti yang beredar di media sosial. “Sehingga masyarakat pada keluar kumpul di rumahnya Pak Kadus jaga-jaga. Sampai saat ini untuk Sambak sendiri aman, kondusif. Tidak ada kejadian apapun, hanya tadi malam masyarakat tahunya dari medsos,” katanya pada Minggu, 24 Mei.

Kesimpulannya, penyebaran informasi tentang hantu pocong di Grobogan dan sekitarnya tampak lebih bersifat hoaks daripada fakta. Polres Grobogan dan pihak terkait berusaha menanggapi dengan edukasi dan patroli media sosial, sementara masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh rumor yang tidak berdasar.

poconghoaksGroboganmedia sosialBhabinkamtibmasPolres Grobogan

Komentar

Memuat komentar...