Polisi Satlantas Tertangkap Menari Saat Mengatur Lalu Lintas
Gambar atau konten salah?
Di malam hari, arus wisata menuju Palabuhanratu terlihat padat, lampu kendaraan menari di sepanjang jalan arteri. Terkadang, lalu lintas terhenti karena satu arah yang dipaksakan. Di tengah kepadatan itu, suasana yang semula tegang tiba‑tiba menjadi lebih ringan.
Seorang anggota Satlantas Polres Sukabumi muncul dengan rompi neon bersinar dan tongkat pengatur lalu lintas di tangan. Ia mulai menari setengah hati mengikuti alunan musik pengamen di pinggir jalan. Sambil tetap mengatur kendaraan, gerak tubuhnya yang santai menarik perhatian para pengendara.
Beberapa wisatawan yang melintas tampak melambat, bahkan tersenyum dan memberi sorakan. Banyak yang mengabadikan momen tersebut dari atas sepeda motor maupun dalam mobil.
“Situasi lagi ramai arus wisata ke arah Palabuhanratu. Mungkin mereka lagi capek nunggu one way. Tadi ada pengamen, ya sudah kita tarik sekalian buat hibur masyarakat biar fresh lagi,” kata Aiptu Didik Darmadi kepada detikJabar di lokasi, 25 Maret 2026 dini hari.
Didik mengaku aksi tersebut dilakukan secara spontan. Ia melihat wisatawan yang terjebak antrean panjang tampak lelah dan jenuh. “Situasi lagi ramai arus wisata ke arah Palabuhanratu. Mungkin mereka lagi capek nunggu one way. Tadi ada pengamen, ya sudah kita tarik sekalian buat hibur masyarakat biar fresh lagi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa ia menikmati momen tersebut meski sudah seharian bertugas di lapangan. Aksi berjoget sambil bernyanyi berlangsung selama beberapa lagu. “Tadi ada tiga lagu. Gimana, ya, biar nggak tegang. Saya juga enjoy aja dari pagi sampai malam tetap semangat,” tambahnya.
Para pengendara memberikan respons positif. Didik menyebut banyak yang memberi sorakan dan dukungan saat dirinya berjoget di tengah jalan. “Tadi banyak yang kasih finger love, jadi tambah semangat,” ucapnya sambil tersenyum.
Meski suasana menjadi cair, Didik tetap mengingatkan para pengendara untuk berhati‑hati, terutama yang menuju kawasan wisata Palabuhanratu. Ia juga mengimbau agar kendaraan bak terbuka tidak digunakan untuk mengangkut penumpang.
Di sisi lain, Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Abdurrohman Hidayat menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis yang diterapkan kepada masyarakat. “Memang kami arahkan anggota untuk melakukan tindakan humanis. Salah satunya seperti yang dilakukan Pak Didik, sambil mengatur lalu lintas dengan gaya joget, supaya menarik perhatian pengendara,” ujarnya.
Menurutnya, cara tersebut diharapkan bisa mengurangi kejenuhan para wisatawan yang terjebak kemacetan panjang. “Harapannya pengendara yang sudah bosan di jalan bisa sedikit terhibur dan kembali fresh, sehingga tetap fokus dan semangat saat berkendara,” kata Hidayat.
Di tengah padatnya arus wisata, aksi sederhana itu menjadi hiburan singkat yang memberi warna berbeda di perjalanan panjang para pengendara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa pendekatan humanis dapat memecah kebosanan dalam situasi lalu lintas padat, sekaligus menjaga keselamatan di jalan. Dengan menambahkan unsur hiburan, polisi tidak hanya mengatur arus, tetapi juga meningkatkan suasana positif di antara warga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
