Polisi Tasikmalaya Dorong Bus Mogok di Tanjakan Gentong
Gambar atau konten salah?
Operasi Ketupat Lodaya 2026 tidak sekadar menempatkan polisi di pinggir jalan. Di Tasikmalaya, tugasnya meluas ke berbagai tindakan yang bertujuan menjaga arus mudik dan balik tetap lancar bagi jutaan orang.
Di antara kejadian yang tak terduga, aparat Polres Tasikmalaya Kota harus mendorong sebuah bus mogok di Tanjakan Gentong. Tanjakan ini curam, sehingga bus terjebak di tengah jalan. Pada 26 Maret 2026, bus tersebut terhenti di Lingkar Gentong, memaksa polisi dan warga bahu membahu menepikannya supaya lalu lintas tidak terganggu.
Menjelang jam sibuk, petugas harus menahan beban berat kendaraan bongsor. Mendorong bus di tanjakan tak mudah, namun dilakukan untuk menghindari kemacetan lebih lanjut. Warga yang membantu menepik bus menegaskan rasa solidaritas di tengah kepadatan lalu lintas.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto menegaskan bahwa insiden seperti ini memang bagian dari tugas polisi. Ia mengatakan, “Kami telah menempatkan personel di titik-titik rawan, termasuk di Tanjakan Gentong, guna membantu pemudik yang mengalami kendala seperti kendaraan overheat, termasuk bus. Kami mengimbau kepada seluruh pemudik agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, serta beristirahat jika merasa lelah,” kata Andi, Kamis (26 Maret 2026).
Dia menambahkan bahwa Polres telah menyiapkan tim khusus ganjal dan personel berjaga. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan memberi rasa aman dan nyaman, sekaligus memperlancar arus lalu lintas selama mudik.
Andi menegaskan komitmen penuh, “Komitmen kami jelas, memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Andi.
Dalam evaluasi akhir operasi, ia bersyukur tidak ada kendala berarti. “Secara umum semua berjalan lancar, tidak ada kendala. Kami ucapkan apresiasi kepada semua jajaran, serta terima kasih kami untuk masyarakat yang telah mendukung,” kata Andi.
Operasi ini mencakup kedua arah arus, baik mudik maupun balik, sehingga menambah beban kerja petugas di titik-titik rawan. Kesiapan kendaraan dan ketelitian petugas menjadi kunci kelancaran perjalanan.
Dengan demikian, polisi di Tasikmalaya menunjukkan upaya nyata menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik, sekaligus menegaskan pentingnya persiapan kendaraan dan ketelitian petugas di titik-titik rawan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
