Posko AMPB di depan Bupati Pati Tertangkap Gerakan Onar
Gambar atau konten salah?
Posko ambulans Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang dibuka di depan kantor Bupati Pati menjadi sorotan setelah sekelompok orang tidak dikenal datang dan membuat onar. Kejadian ini segera menyebar di media sosial.
Posko tersebut dibuka pada Kamis (21 Mei 2023) malam, dengan tujuan menyoroti tarif pajak UMKM bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang omzetnya di atas Rp 6 juta. AMPB memutuskan untuk tetap menjaga posko sampai pemerintah membatalkan rencana tarif tersebut.
Ketika posko didirikan, sejumlah orang tidak dikenal muncul di area tersebut. Mereka terlihat marah-marah, namun tidak sampai melakukan aksi fisik. Setelah beberapa menit, anggota AMPB memutuskan untuk pulang. Kejadian ini menjadi viral di akun Facebook Patinews.
“Teguh AMPB ditekani sejumlah pemuda nek alun2 Pati, diamuk pokoke dan diduga mabuk,”
Perwakilan AMPB, Teguh Istiyanto, mengonfirmasi bahwa posko baru didirikan di depan kantor Bupati Pati dan dihadiri sekelompok orang tidak dikenal pada pukul 03.00 WIB tadi. Ia menekankan bahwa posko ini bertujuan menyoroti tarif pajak UMKM dan akan dipertahankan sampai rencana tersebut dibatalkan.
“Waktu itu sekitar jam 03.00 WIB kita mau pulang, dan mereka tiba-tiba datang. Jadi alangkah baiknya kalau datang sore atau malam jangan pagi-pagi saat kita pulang,”
“Jadi kalau ada beda pendapat dan mau diskusi ya nanti malam sekitar jam 8 kita ngobrol santai kita diskusi santai,”
“Mereka tiba-tiba datang, karena mereka datang dan kami mau pulang, kita tidak fokus ya kita langsung tinggal pulang,”
“Ngomong nggak terima, terus sampah, jangan mengatasnamakan warga, cuman saya curiga ini orang tidak baik. Kalau mau mengajak diskusi ya malam lah, sore atau malam, jangan pas dini hari,”
“Ada 6 orang tidak dikenal yang datang dan membuat onar. Namun hanya dua orang di antaranya yang berteriak dan marah-marah di posko.”
“Ada 6 orang, yang marah-marah 2 orang. Tidak ada yang kenal. Indikasi mabuk, nggak perlu kami tanggapi,”
Kapolsek Pati, Iptu Heru Purnomo, mengakui adanya kabar sekelompok orang tidak dikenal membuat onar dini hari tadi. Ia menyatakan bahwa polisi masih melakukan penelusuran untuk klarifikasi.
“Iya benar dini hari tadi, kita akan lakukan klarifikasi,”
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyusun raperda tentang pemungutan pajak UMKM. Ia menegaskan bahwa wacana pajak ini semula untuk omzet Rp 3 juta, kemudian diubah menjadi omzet Rp 6 juta yang baru kena pajak.
“Tentunya pajak UMKM baru kita menentukan batas untuk UMKM itu Rp 6 juta,”
“Kita bandingkan daerah lain seperti Rembang Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta, Kudus Rp 4 juta, dan Pati termasuk yang paling tinggi batasnya untuk mereka tidak kena pajak,”
Posko AMPB di depan kantor Bupati Pati menjadi titik fokus bagi warga yang ingin mengekspresikan pendapat mereka tentang kebijakan pajak UMKM. Sementara itu, kejadian onar pada dini hari menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan koordinasi antara masyarakat dan aparat. Kebijakan pajak yang sedang dibahas di DPRD Pati, serta reaksi masyarakat, menunjukkan adanya ketegangan antara kebijakan pemerintah dan kepentingan UMKM setempat. Penyebaran informasi melalui media sosial mempercepat penyebaran berita, namun juga menambah tekanan pada pihak berwenang untuk menanggapi permasalahan secara transparan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
