Prabowo: 19 Bulan, Indonesia Capai Swasembada Pangan
Gambar atau konten salah?
Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, mengungkapkan pencapaian target dalam 19 bulan kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa Indonesia kini sudah swasembada beras dan jagung, serta telah membuat kemajuan pada produksi protein seperti telur dan ayam.
Di Kebumen, ia berbicara di depan publik dan video pernyataannya disiarkan di YouTube pada Sabtu, 23 Mei 2026. Ia menyatakan, “19 bulan, Alhamdulillah, banyak yang sudah kita capai. Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung. Kemudian protein kita, telur, ayam,”.
Prabowo menambahkan bahwa swasembada daging masih memerlukan waktu. Ia menargetkan bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada daging dalam 4-5 tahun ke depan. Ia berkata, “Daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging.”
Ia juga menilai kondisi pangan Indonesia relatif aman di tengah situasi global yang dipenuhi konflik dan peperangan. Ia mengingatkan, “Pangan relatif kita aman. Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke yang maha kuasa kita masih tidak terlibat. Tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan. Pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita.”
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah kini mulai mengelola kekayaan nasional secara mandiri dan tidak ingin sumber daya Indonesia terus dikendalikan pihak tertentu maupun negara lain.
Dengan pencapaian swasembada beras, jagung, dan protein, serta rencana swasembada daging dalam beberapa tahun, pemerintah menegaskan pentingnya pertahanan dan pengelolaan sumber daya nasional secara mandiri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
