Prabowo Presentasikan Target Fiskal dan Ekspor 2027

Eko P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Prabowo Presentasikan Target Fiskal dan Ekspor 2027

Gambar atau konten salah?

Pada hari Rabu, 20 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto hadir di sidang paripurna DPR di Jakarta. Di sana, ia menyampaikan pidato tentang Pembicaraan Pendahuluan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok‑Pokok Kebijakan Fiskal (KEM‑PPKF) RAPBN 2027. Pidatonya menyoroti target fiskal dan makro yang akan menjadi landasan anggaran negara.

Prabowo menegaskan bahwa pendapatan negara dalam APBN 2027 akan mencapai kisaran 11,82‑12,40 % PDB. Untuk mendukung program prioritas, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62‑14,80 % PDB. “Dari sisi pembiayaan, defisit kita di 2027 akan kami jaga pada kisaran 1,80 % sampai maksimal 2,40 % PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” ucap Prabowo.

Selain fiskal, ia juga memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh antara 5,8 % dan 6,5 % pada 2027. Untuk nilai tukar, ia menargetkan Rupiah berada di kisaran Rp 16.800‑Rp 17.500 terhadap dolar AS. Target ini diharapkan tercapai melalui kebijakan fiskal dan strategi ekonomi yang berkelanjutan.

Prabowo juga memperkenalkan Peraturan Pemerintah baru tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA). “Hari ini pemerintah Republik Indonesia yang saya pimpin menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam,” kata Prabowo. Regulasi ini mewajibkan arus ekspor sejumlah komoditas strategis melalui BUMN yang dibentuk oleh pemerintah.

Selama pidato, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke level 6.200. Pada pukul 11.19 WIB, IHSG melemah 2,25 % menjadi 6.227,41. Sebelum pidato, indeks telah menguat lebih dari 1 % mencapai 6.459,55. Penurunan ini menjadi sorotan publik karena terjadi tepat saat Presiden membahas tata kelola ekspor SDA.

Prabowo menjelaskan bahwa regulasi baru bertujuan memperkuat pengawasan ekspor SDA. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan menutup celah praktik pelarian devisa hasil ekspor (DHE) dan kurang bayar pajak. “Dengan arus ekspor melalui BUMN, kami dapat memastikan setiap transaksi tercatat dan tidak ada kebocoran devisa,” ujarnya.

Reaksi pasar terhadap kebijakan tersebut menjadi pertanyaan utama. “Benarkah anjloknya IHSG tersebut merupakan reaksi pasar atas kebijakan yang baru saja dibuat?” tanya para analis, yang kemudian dijawab oleh Ekonom Executive Director, Center for Strategic and International Studies, Yose Rizal Damuri.

Di sisi lain, PT Pegadaian meluncurkan produk Arrum Haji, sebuah skema pembiayaan porsi haji. Produk ini mengubah emas—yang biasanya dipakai sebagai tabungan—menjadi sarana memperoleh nomor antrean haji. Skema ini menunjukkan bagaimana aset rumah tangga dapat dimanfaatkan untuk akses ibadah.

Dengan semua inisiatif ini, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas fiskal, memperkuat pengawasan ekspor, dan memfasilitasi akses keuangan bagi masyarakat. Target fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan nilai tukar yang ditetapkan menjadi acuan bagi kebijakan ekonomi Indonesia di tahun 2027.

Perubahan kebijakan yang diumumkan pada sidang paripurna DPR menandai langkah strategis pemerintah dalam menanggapi tantangan ekonomi global. Kebijakan fiskal yang terukur, pengawasan ekspor yang ketat, dan dukungan akses keuangan bagi masyarakat menjadi inti dari visi ekonomi yang berkelanjutan.

Prabowo SubiantoRAPBN 2027defisit fiskalnilai tukar rupiaheksport SDAIHSGArrum Haji

Komentar

Memuat komentar...