Prabowo Tegaskan Penting Swasembada Beras di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pada peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih bahwa ketersediaan pangan adalah masalah hidup dan mati bagi bangsa. Ia menekankan pentingnya swasembada pangan, khususnya beras, agar Indonesia tidak tergantung pada impor.
“Survival bangsa bukan sekedar lebih murah di mana tapi ada atau tidak, dan akhirnya sejarah, takdir, dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan, krisis apapun di luar negara kita relatif lebih aman,” kata Prabowo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam situasi geopolitik yang terus bergejolak, banyak negara produsen pangan mulai menutup lumbung mereka untuk menjaga stok dalam negeri. Hal ini menambah tekanan pada pasar global dan menyoroti betapa pentingnya ketersediaan pangan bagi Indonesia.
Prabowo mengamati, “Akhirnya mau tak mau, negara-negara yang selama ini bergantung pada impor harus meminta kepada Indonesia agar mereka bisa membeli beras.” Ia menambahkan, “Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita, minta beli beras dari kita. Tetangga-tetangga kita, mereka-mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita, tapi sekarang harus datang ke Indonesia minta ‘boleh nggak kita beli beras?’”
Ia menyebutkan contoh India, yang baru saja mengumumkan penutupan ekspor beras, jagung, dan gandum. Bangladesh juga mengikuti jejak India dengan menutup ekspor. “Akhirnya, ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga ke kita,” lanjutnya.
Prabowo mengaku bahwa sejumlah negara sudah menghubungi Indonesia untuk mengimpor beras. Meski begitu, banyak yang meminta potongan harga atau diskon. Ia mengatakan, “Ingat, krisis bisa lama ini, yang utama kita amankan rakyat kita dulu. Jadi, ada juga mau beli beras, habis itu minta korting, banyak banget kortingnya.”
Jika negara tersebut benar-benar membutuhkan, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap membantu dengan membuka jalur ekspor. Ia menekankan bahwa harga jual harus menguntungkan bagi para petani.
Ia menegaskan, “Oleh karenanya, ia meminta secara khusus kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Perum Bulog untuk tidak menjual beras Indonesia dengan harga murah. Tidak boleh dijual dengan harga yang terlalu mahal, tapi jangan juga terlalu murah.”
Prabowo menambahkan, “Saya bilang, beri. Kalau mereka butuh, kita harus bantu. Kita jual kepada mereka, tapi harganya ya, yang oke lah. Jangan petani kita korban, ya kan? Harga harus minimal untung dikit lah. Pak Amran ya. Dirut Bulog mana? Jangan jual terlalu murah. Jangan getok tapi jangan jual terlalu murah,” tegasnya.
Prabowo menekankan bahwa kebijakan ekspor beras Indonesia harus menyeimbangkan kebutuhan pasar luar negeri dengan perlindungan petani dalam negeri. Ia berharap bahwa langkah ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen beras yang stabil dan dapat diandalkan di kancah global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
I Wayan Sutama: Dari Peternak Jadi Pengusaha Bengkel Mobil
Pemerintah Pertimbangkan Angkat KSPI Said Iqbal ke Kabinet
IHSG Turun 1,70%, Rupiah Jatuh Rp18.049, Tegaskan Kuat
PGN Layanan Mata Gratis: 300 Peserta Diperiksa Jakarta
Kementerian Energi Tinjau Penundaan Batu Bara China PT DSI
Prabowo Kunjungi Danantara untuk Fokus AI dan Robotik
Berita Terbaru
Cuaca Berawan di Bandung 05 Juni 2026, Suhu 17‑30°C
Zodiak Gemini 5 Juni 2026: Energi Cinta & Karier Seimbang
Zodiak Aries: Energi Positif di Tanggal 5 Juni 2026
Zodiak Cancer 5 Juni 2026: Peluang Cinta dan Karir
Zodiak Virgo 5 Juni 2026: Hari Perubahan Kecil, Penuhi Potensi
Zodiak Leo 5 Juni 2026: Energi, Hubungan, Karier & Kesehatan
Zodiak Libra 5 Juni 2026: Panduan Harian dan Keberuntungan
Zodiak Taurus 5 Juni 2026: Rasa Aman, Keingintahuan & Peluang Baru
Zodiak Scorpio 5 Juni 2026: Energi Unik Hari Ini, Panduan Harian
Zodiak Sagittarius 5 Juni 2026: Prediksi Harian dan Energi Positif
