Pramugari Setelah PHK Berbisnis Kopi dan Kue Inspiratif
Gambar atau konten salah?
Berbagai cerita inspiratif muncul dari para mantan pramugari yang memilih menyalakan semangat kuliner setelah meninggalkan dunia penerbangan. Setiap kisah menampilkan tekad dan kreativitas yang tak terduga, sekaligus menunjukkan bahwa perubahan karier bisa membawa peluang baru.
-
Verena Ayu Fia Septiana memulai perjalanan barunya setelah hampir satu dekade berlayar di udara. Setelah menikah, ia memutuskan mengikuti suaminya dan meninggalkan pekerjaan pramugari yang selama ini menandai gaya hidup glamor. Di Solo, ia membuka usaha kopi keliling bernama Kopi Asmarasa. Usaha ini menonjol karena variasi menu yang luas, mulai dari Americano hingga kopi manis beraroma gula aren, tiramisu, dan pandan. Harga yang terjangkau membuat kopi ini cepat disukai warga Colomadu. Meskipun ia tidak memiliki latar belakang barista dan sebelumnya tidak terlalu menyukai kopi, Verena tetap berhasil menarik pelanggan dengan rasa dan pelayanan yang konsisten.
-
Masita Ghani telah lama menempuh karier sebagai pramugari di maskapai ternama. Namun, setelah sepuluh tahun, ia merasa kehilangan banyak waktu bersama anak-anaknya karena frekuensi perjalanan yang tinggi. Keputusan besar ini diambil untuk lebih dekat dengan keluarga. Setelah mencoba bekerja di toko kosmetik, ia menyadari bahwa waktu masih terbatas. Akhirnya, ia memutuskan membuka usaha kuliner sederhana: Aliff Nasi Lemak di Serangoon Gardens Market, Singapura. Nama kedai terinspirasi dari nama anaknya, dan ia menjalankannya bersama suaminya. Nasi lemak yang disajikan menjadi favorit di kawasan tersebut, menandai awal suksesnya Masita di dunia kuliner.
-
Di tengah gedung-gedung perkantoran kawasan Sudirman, Rachel menampilkan konsep Nomade Coffee, sebuah coffee truck unik yang dibangun dari pengalaman berkeliling dunia. Sebagai mantan pramugari Singapore Airlines, ia terinspirasi oleh tren street coffee di berbagai negara yang pernah ia kunjungi. Untuk mewujudkan ide ini, Rachel melakukan riset mendalam di Inggris dan Prancis, mempelajari desain, sistem kerja, hingga racikan kopi. Bersama suami dan timnya, ia mengadaptasi konsep tersebut ke pasar Indonesia, mengubah motor roda tiga menjadi kedai kopi berjalan yang praktis namun menarik. Keberhasilan Nomade Coffee menunjukkan bahwa pengalaman internasional dapat diubah menjadi peluang bisnis lokal.
-
Keputusan berani juga diambil oleh Claire Tan, mantan pramugari yang kini sukses membuka kafe bagel di Kuala Lumpur, Malaysia. Setelah menempuh karier di dunia penerbangan, Claire memutuskan mengejar passion kuliner yang sudah lama ia impikan sejak muda. Pengaruh ibu yang gemar memasak dan membuat kue menjadi pendorong utama. Dengan dukungan suami, Claire mendirikan Grumpy Bagels pada tahun 2024. Meskipun awalnya mendapat kritik karena tekstur bagel yang terlalu keras, ia terus berinovasi hingga menemukan resep yang sesuai selera lokal. Kini, kafe tersebut ramai pengunjung dengan berbagai varian bagel unik, menunjukkan bahwa ketekunan dan adaptasi dapat mengatasi tantangan awal.
-
Seorang pramugari cantik mengalami PHK akibat pandemi COVID-19, menandai titik balik dalam hidupnya. Seperti banyak pekerja di industri penerbangan, ia terkena pemutusan hubungan kerja ketika maskapai menurun drastis. Tidak ingin terpuruk, ia memulai usaha membuat dan menjual kue. Dari dapur rumah, ia memproduksi berbagai jenis kue yang kemudian dipasarkan secara online. Usahanya perlahan berkembang, menarik banyak pesanan berkat kualitas dan rasa kue yang disukai pelanggan. Kini, bisnis kue yang dirintisnya telah berkembang pesat, mampu menjual ribuan kue setiap bulan. Video “Mengintip Bisnis Kuliner Japanese Fusion Rieta Amilia di Kemang” menampilkan proses produksi dan penjualan kue tersebut, memperlihatkan bagaimana kreativitas dan ketekunan dapat mengubah kesulitan menjadi peluang.
Kelima cerita ini menegaskan bahwa transisi karier, meski menantang, dapat membuka pintu kesuksesan baru. Dari kopi keliling di Solo hingga kafe bagel di Kuala Lumpur, setiap mantan pramugari menunjukkan bahwa tekad, inovasi, dan keinginan untuk beradaptasi adalah kunci utama dalam meraih keberhasilan di dunia kuliner.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
