Prank pocong viral di Lamongan: dua remaja ditangkap
Gambar atau konten salah?
Lamongan – Sosok pocong yang menjadi viral di salah satu RT Desa Tumenggungan, Kecamatan Lamongan, akhirnya terungkap. Dua remaja, masing‑masing berinisial MA (17) dan AB (17), menjadi pelaku prank tersebut. Mereka segera diamankan dan dimintai klarifikasi setelah video beredar luas di media sosial dan menimbulkan keresahan warga.
Dalam pengakuannya, MA menjelaskan bahwa ia hanya mengikuti ajakan temannya untuk membuat konten iseng. “Disuruh jadi pocong dengan sedikit dipaksa,” kata MA saat dimintai keterangan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sementara AB bertugas merekam dan disebut sebagai penggagas aksi prank. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat karena videonya telah membuat resah warga Lamongan. “Saya minta maaf dan tidak akan membuat video di media sosial tentang pocong yang membuat resah masyarakat luas, khususnya masyarakat Lamongan,” ujar AB.
Menurut Junaidi, lurah Tumenggungan, pihak kelurahan langsung bergerak setelah video itu viral di masyarakat. Aparat kelurahan menelusuri dan mengumpulkan para remaja yang terlibat. “Setelah video viral saya memerintahkan staf untuk mencari anak‑anak tersebut untuk dikumpulkan di kelurahan semalam,” kata Junaidi. Saat dimintai penjelasan, para remaja mengaku aksi itu hanya dibuat untuk candaan dan konten media sosial. “Saya tanya kepada mereka tujuannya apa, terus mereka jawab hanya bercanda untuk ngeprank,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian sekaligus pengingat agar masyarakat, khususnya kalangan remaja, lebih bijak dalam membuat konten di media sosial. Aksi yang dianggap sekadar hiburan bisa memicu keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.
Sebelumnya, warga salah satu kampung di Lamongan dibuat geger setelah muncul video yang memperlihatkan sosok diduga pocong berdiri di pinggir gang pada malam hari. Rekaman berdurasi singkat itu kini viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari netizen. Dalam video yang beredar, terlihat sosok berbalut kain putih berdiri di area gang permukiman warga dengan kondisi sekitar yang minim penerangan. Rekaman tersebut disebut direkam oleh warga pada malam hari dan kemudian dibagikan melalui aplikasi percakapan hingga media sosial.
Perekam video terdengar beberapa kali menyorot sosok putih tersebut dari kejauhan sebelum akhirnya rekaman berakhir. Video tersebut informasinya diambil dari salah satu RT di Lingkungan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan. “Warga kampung langsung heboh setelah video itu menyebar. Banyak yang penasaran apakah itu benar penampakan atau hanya seseorang yang sengaja menakut‑nakuti,” kata salah satu warga, Faisol.
Kasus ini menegaskan bahwa konten viral dapat menimbulkan dampak yang tidak terduga. Masyarakat diingatkan untuk selalu memeriksa kebenaran sumber sebelum menanggapi atau menyebarkan informasi. Selain itu, pelaku prank diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap konsekuensi sosial yang mungkin timbul dari tindakan mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat Lengkap 4 Juni 2026
Kebijakan Baru Pemerintah Mengurangi Plastik Sekali
Gudang Semen Terbakar di Nganjuk, Tidak Ada Korban Jiwa
Jadwal Sholat Jawa Timur 04 Juni 2026: Subuh Paling Awal
Kemensos Atensi Rp284,8 Juta Ke 126 Penerima Tulungagung
Berita Terbaru
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
